130 SMK di Jatim Kembangkan Kendaraan Listrik Berbasis Konversi BBM
Minggu, 10 Mei 2026, 11:15 WIBSURABAYA - Sebanyak 130 sekolah menengah kejuruan (SMK) di Jawa Timur mengembangkan kendaraan listrik berbasis konversi bahan bakar minyak (BBM) yang dipamerkan dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Gedung Negara Grahadi Surabaya.
âLuar biasa. Anak-anak SMK Jawa Timur membuktikan bahwa mereka memiliki kompetensi, kreativitas, dan kemampuan teknologi yang sangat membanggakan," ujar Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Surabaya, Jumat (8/5).
Menurut Khofifah, kendaraan listrik ini bukan sekadar karya praktik sekolah, tetapi sudah menunjukkan kualitas yang siap bersaing dan menjawab kebutuhan masa depan industri otomotif.
Dia menilai pengembangan kendaraan listrik menjadi langkah strategis dalam mendukung percepatan penggunaan energi ramah lingkungan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.
âMenurut saya ini menjadi pendorong semangat bagaimana menuju Net Zero Emission 2060. Bagaimana kita mengkonversi energi dari fosil ke nonfosil. Dan itu dimulai dari anak-anak SMK, saya rasa ini keren sekali,â katanya.
Ia menjelaskan karya kendaraan listrik sengaja dipamerkan pada momentum Hardiknas untuk menunjukkan kapabilitas dan kreativitas siswa SMK di Jawa Timur kepada masyarakat luas sekaligus mendorong sinergi dengan dunia industri.
âYang menarik, Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) kendaraan listrik ini rata-rata sudah mencapai 50 persen. Hanya beberapa komponen tertentu yang masih impor,â ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai mengatakan momentum Hardiknas juga menjadi ruang untuk menunjukkan hasil pembelajaran siswa yang relevan dengan kebutuhan industri.
âIni bukti nyata bahwa keterampilan dan kompetensi para siswa kita tidak kalah dengan buatan industri. Yang dibuat para siswa ini bukan lagi sekadar alat praktik, tetapi sudah bisa digunakan oleh pasar,â kata Aries.
Ia menjelaskan dari total 481 SMK jurusan otomotif di Jawa Timur, sebanyak 130 sekolah telah mengembangkan kendaraan listrik, baik berupa kendaraan baru maupun hasil konversi dari BBM menjadi listrik.
Menurut Aries, sejumlah SMK bahkan telah menerima permintaan dari perusahaan untuk melakukan konversi kendaraan BBM menjadi kendaraan listrik sehingga membuka peluang besar bagi pengembangan pendidikan vokasi.
Dalam pameran tersebut, sejumlah sekolah yang menampilkan kendaraan listrik antara lain SMK Wijaya Putra Surabaya, SMK Darma Siswa 1 Sidoarjo, SMK Antartika 1 Sidoarjo, SMK Krian 2 Sidoarjo, dan SMK Senopati Sedati Sidoarjo.
- Inovasi
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Khitanan Massal di Jakbar dalam Rangka Memperingati HUT Jakarta
-
Prancis Waspada Serangan Cepat Swedia
-
Mengenal F15 Library, Platform Baca Ringkasan Buku di Indonesia
-
Biar Warga Tak Bingung, PM Jepang Janji Kembalikan Pajak Konsumsi ke 8 Persen
-
UMKM Bantul Tumbuh Pesat, Jadi Daerah dengan Pertumbuhan Pelaku Usaha Tertinggi di DIY
-
Padi Reborn Meriahkan Malam Puncak HUT ke-499 Jakarta di Bundaran HI
-
Disdik Kota Jayapura Targetkan Penulisan 30 Cerita Rakyat Baru
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.