Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Papua Barat Daya Optimalkan Potensi Hutan untuk Dukung Pembangunan Rendah Karbon

📅 Selasa, 09 Jun 2026, 16:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Papua Barat Daya Optimalkan Potensi Hutan untuk Dukung Pembangunan Rendah Karbon Doc: Antara
Ket. Dinas Kehutanan Papua Barat Daya menggelar lokakarya bersama stakeholder terkait membahas dukungan iklim nasional di Kota Sorong, Selasa (9/6).

Sorong - Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya mengoptimalkan potensi hutan dan sumber daya alam yang dimiliki untuk mendukung agenda iklim nasional sekaligus mewujudkan pembangunan rendah karbon yang berkelanjutan.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Papua Barat Daya Viktor Solossa di Sorong, Selasa (9/6), mengatakan Papua Barat Daya memiliki posisi strategis dalam mendukung upaya pengendalian perubahan iklim di Indonesia.

Menurut dia, Papua Barat Daya bersama wilayah Papua secara umum masih memiliki tutupan hutan yang luas, keanekaragaman hayati yang tinggi, serta berbagai jasa lingkungan yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan iklim sekaligus menopang kehidupan masyarakat.

"Papua Barat Daya dan regional Papua memiliki posisi yang sangat strategis dalam mendukung agenda pembangunan rendah karbon Indonesia. Hutan dan sumber daya alam yang kita miliki harus terus dijaga sebagai aset pembangunan jangka panjang," ujarnya.

Ia menjelaskan, di tengah meningkatnya tantangan perubahan iklim global, Indonesia terus memperkuat komitmennya dalam pengelolaan hutan berkelanjutan, meningkatkan integritas aksi iklim, serta mengoptimalkan peluang pendanaan iklim melalui berbagai kebijakan nasional.
Dia mengatakan, salah satu langkah penting yang telah dilakukan adalah penyampaian TREES Concept Note Indonesia kepada Sekretariat ART pada akhir 2025 sebagai bagian dari pengembangan program REDD+ berbasis yurisdiksi di Indonesia.

Inisiatif tersebut mengusung pendekatan multi-provinsi yang melibatkan Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua, Papua Pegunungan, Sulawesi Tengah, dan Maluku Utara dalam upaya memperkuat pengelolaan hutan, pengendalian emisi gas rumah kaca, serta pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan.

"Berkaitan dengan itu kita menggelar lokakarya sebagai momentum penting untuk memperkuat pemahaman bersama mengenai REDD+ berbasis yurisdiksi dan standar ART TREES, sekaligus berbagi pengalaman serta pembelajaran antardaerah guna mendukung kesiapan implementasi program di tingkat subnasional," ujarnya.

Menurut dia, pembangunan rendah karbon harus mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, perlindungan lingkungan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya masyarakat adat dan komunitas lokal yang selama ini berperan dalam menjaga kelestarian hutan.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat koordinasi lintas sektor dan lintas wilayah, memperkaya pemahaman mengenai aspek kebijakan, teknis, dan kelembagaan dalam implementasi REDD+ berbasis yurisdiksi, serta menghasilkan rekomendasi yang konstruktif bagi pengembangan program ke depan.
Dia juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Kehutanan Papua Barat Daya, para narasumber, serta mitra pembangunan seperti Konservasi Indonesia, GIZ Forclime, Penabulu Foundation, dan Samdhana Institute yang telah mendukung penguatan pembangunan rendah karbon dan pengembangan REDD+ berbasis yurisdiksi di Indonesia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Polri Gelar Upacara Serah Terima Panji Tribrata

42 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Polri Gelar Upacara Serah T...
Megapolitan
Gubernur DKI Cek Pelayanan ...
Olahraga
Persiapan Atlet Balap Seped...
Olahraga
Thailand Takluk, Filipina R...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.