Inovasi Industri Diperlukan untuk Perkuat Fondasi Ekonomi

Selasa, 09 Jun 2026, 01:00 WIB

Diversifikasi produk, peningkatan daya saing manufaktur, serta pengembangan industri bernilai tambah dapat memperkuat ekspor dan mengurangi ketergantungan pada impor.

Jakarta – Pelemahan nilai tukar rupiah yang terus mendekati level 18.200 rupiah per dollar AS dinilai menjadi sinyal adanya tekanan ganda yang dihadapi perekonomian Indonesia, baik dari faktor global maupun domestik.

Ket. Foto: RAHMA GAFMI Guru Besar Ekonomi Universitas Airlangga - Pelemahan ini bukan sekadar masalah angka, melainkan sinyal bahwa ekonomi Indonesia sedang berada dalam himpitan ganda. — Sumber: antara

Guru Besar Ekonomi Universitas Airlangga, Rahma Gafmi, menilai pelemahan rupiah terjadi di tengah tekanan moneter global yang masih tinggi serta tantangan struktural dalam negeri, meski Bank Indonesia telah menaikkan BI-Rate sebesar 50 basis poin menjadi 5,25 persen.

“Pelemahan ini bukan sekadar masalah angka, melainkan sinyal bahwa ekonomi Indonesia sedang berada dalam himpitan ganda yaitu tekanan moneter global yang tak kunjung reda dan tantangan struktural domestik yaitu energi dan fiskal yang mulai diuji oleh pasar,” katanya.

Di tengah kondisi tersebut, Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, meminta Kementerian Perindustrian menciptakan berbagai inovasi untuk memperkuat fondasi ekonomi nasional dan menjaga stabilitas rupiah.

"Akibatnya yang terjadi adalah kenaikan kurs dollar. Dan itu apakah aman untuk Indonesia atau tidak, tentu akan bisa dijawab oleh Pak Menteri," kata Saleh dalam rapat kerja bersama Menteri Perindustrian, sebagaimana diberitakan Antara, di Jakarta, Senin (8/6).

Ia menilai penguatan sektor industri menjadi langkah penting untuk memperkuat basis ekonomi nasional. Menurutnya, Indonesia harus terus mendorong lahirnya industri dan inovasi baru agar mampu meningkatkan daya saing di tengah ketidakpastian global.

Lebih lanjut, Saleh mengatakan bahwa Komisi VII DPR juga mendorong agar alokasi anggaran yang dimiliki Kemenperin bisa menciptakan industri baru dan inovasi-inovasi baru dalam sektor industri.

Penataan Pelabuhan

Sementara itu, Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza menegaskan pelemahan rupiah belum memberikan dampak signifikan terhadap industri dalam negeri karena sebagian besar transaksi masih menggunakan mata uang rupiah.

"Kalau sekarang kan industri dalam negeri pasti belanjanya rupiah, enggak terlalu masalah. Paling ada beberapa bahan baku yang transaksinya menggunakan US dollar,” ujarnya.

Meski demikian, pemerintah tetap menyiapkan sejumlah langkah untuk memperkuat daya saing industri nasional. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan pihaknya mengusulkan penataan kembali pelabuhan masuk impor (entry point) bagi barang konsumsi tertentu guna meningkatkan pengawasan impor dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Ini sudah kami terus-menerus perjuangkan dan akan terus kami perjuangkan, yaitu inisiasi penataan kembali pelabuhan masuk impor atau entry point bagi barang konsumsi tertentu, guna meningkatkan efektivitas pengawasan dan pengendalian impor, sekaligus perbaikan tata kelola logistik nasional,” kata Agus.

Kemenperin mengusulkan Pelabuhan Sorong, Pelabuhan Bitung, dan Pelabuhan Kupang sebagai alternatif pintu masuk impor untuk menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru di luar Pulau Jawa.

Selain itu, pemerintah juga memperkuat insentif industri, melakukan pengendalian impor secara terukur, serta memperluas instrumen perlindungan industri nasional. Agus menyoroti masih terbatasnya instrumen Technical Barriers to Trade (TBT) Indonesia dibandingkan negara lain.

“Jumlah ini masih jauh atau sangat rendah dibandingkan negara-negara yang kita pahami market-nya liberal, di mana Amerika memiliki lebih dari 2.000 instrumen TBT, Tiongkok memiliki 1.600 instrumen TBT, Korea 1.100, Tailan 760, kita hanya 142,” ungkapnya.

Menurut Agus, penguatan daya saing dan perlindungan pasar domestik perlu terus dilakukan agar industri nasional tetap tumbuh dan mampu menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.