Akselerasi ESG, Portofolio Hijau Bank Mandiri Capai Rp167 Triliun

Selasa, 09 Jun 2026, 13:55 WIB

JAKARTA - Bank Mandiri kembali menegaskan komitmennya terhadap aksi iklim nasional dalam momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026. Sejalan dengan tema nasional “Saatnya Beraksi untuk Iklim”, perseroan terus memperkuat implementasi strategi keberlanjutan melalui pembiayaan hijau, pengurangan emisi operasional, serta pelibatan masyarakat dalam berbagai program lingkungan.

Bank Mandiri menjalankan agenda keberlanjutan melalui tiga pilar utama, yakni Sustainable Banking, Sustainable Operation, dan Sustainability Beyond Banking. Strategi tersebut diarahkan untuk mencapai target Net Zero Emission in Operation pada 2030 serta Net Zero Emission in Financing pada 2060 atau lebih cepat.

Ket. Foto: Bank Mandiri kembali menegaskan komitmennya terhadap aksi iklim nasional dalam momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026. — Sumber: Istimewa

Pada sektor pembiayaan, Bank Mandiri mencatat total pembiayaan berkelanjutan sebesar Rp320 triliun hingga Maret 2026. Dari jumlah tersebut, portofolio hijau mencapai Rp167 triliun yang memperkuat posisi perseroan sebagai pemimpin pasar pembiayaan hijau nasional dengan pangsa pasar lebih dari 35 persen di antara tiga bank besar nasional.

Portofolio hijau tersebut disalurkan ke berbagai sektor prioritas yang mendukung pembangunan berkelanjutan.

  1. Pengelolaan sumber daya alam hayati berkelanjutan sebesar Rp113 triliun.
  2. Produk eco-efficient sebesar Rp15,4 triliun.
  3. Energi terbarukan sebesar Rp12,2 triliun.
  4. Bangunan berwawasan lingkungan sebesar Rp10,1 triliun.
  5. Transportasi ramah lingkungan sebesar Rp10 triliun.

Selain mendorong pembiayaan hijau, Bank Mandiri juga berhasil menekan emisi gas rumah kaca dari aktivitas operasional perusahaan. Sepanjang 2025, emisi operasional cakupan 1 dan cakupan 2 tercatat sebesar 243.736 ton CO2e atau turun 32 persen dibandingkan baseline tahun 2019 yang mencapai 358.753 ton CO2e.

Penurunan emisi tersebut dicapai melalui berbagai inisiatif yang diterapkan perusahaan.

  1. Optimalisasi bangunan hijau.
  2. Penggunaan kendaraan listrik dan hybrid.
  3. Pemasangan panel surya di sejumlah kantor perusahaan.

Bank Mandiri juga memperkuat tata kelola keberlanjutan melalui penerapan Environmental and Social Risk Management (ESRM), penguatan kebijakan kredit sektoral, serta partisipasi dalam Pilot Project Climate Risk Management & Scenario Analysis (CRMS) yang dikoordinasikan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Komitmen tersebut turut mendapat pengakuan dari lembaga pemeringkat internasional. Bank Mandiri memperoleh peringkat AA dari MSCI ESG Rating yang menjadi skor terbaik di Indonesia, serta kategori Negligible Risk dari Sustainalytics ESG Risk Rating yang menempatkan perseroan pada posisi tertinggi di antara bank-bank kawasan ASEAN.

Wakil Direktur Utama Bank Mandiri, Henry Panjaitan, mengatakan keberlanjutan telah menjadi bagian dari strategi bisnis jangka panjang perusahaan dan bukan sekadar program tambahan.

“Bagi Bank Mandiri, Sustainability merupakan bagian dari strategi bisnis jangka panjang, bukan inisiatif terpisah. Target Net Zero Emission in Operation pada 2030 dan Net Zero Emission in Financing pada 2060 menjadi acuan dalam keputusan operasional dan pembiayaan kami. Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 menjadi momentum bagi kami untuk terus memperkuat semangat keberlanjutan melalui kolaborasi dengan regulator, pelaku industri, dan masyarakat,” ujar Henry.

Di luar aktivitas bisnis inti, Bank Mandiri juga melibatkan masyarakat dalam berbagai program lingkungan. Salah satunya melalui program Mandiri Looping for Life yang mengolah limbah tekstil menjadi produk fesyen bernilai ekonomi.

Program tersebut telah berhasil mengolah lebih dari 6.000 pakaian bekas menjadi 2.000 outer. Inisiatif ini menghasilkan penghematan air sekitar 16 juta liter dan mengurangi emisi karbon hingga 44 ton CO2e.

Sementara itu, melalui fitur Livin’ Planet pada aplikasi Livin’ by Mandiri, nasabah dapat menghitung jejak karbon pribadi dan berpartisipasi dalam program penanaman pohon. Sepanjang 2025, sebanyak 1.292 pohon telah ditanam melalui program tersebut yang setara dengan pengurangan emisi sebesar 45,32 ton CO2e.

“Perjalanan keberlanjutan Bank Mandiri masih panjang, namun arah dan pondasinya sudah jelas. Kami akan terus mempercepat langkah melalui kolaborasi yang lebih luas untuk mewujudkan visi Indonesia yang lebih berkelanjutan,” tutup Henry.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.