Pemkot Makassar Terapkan Sistem Reward and Punishment Pengelolaan Sampah Perkotaan
Senin, 08 Jun 2026, 02:55 WIBMAKASSAR -Â Pemerintah Kota Makassar resmi menerapkan sistem penghargaan dan sanksi (reward and punishment) dalam pelaksanaan pengelolaan sampah pada setiap kegiatan publik yang diselenggarakan di wilayah tersebut.Â
Seperti di momentum Hari Ulang Tahun Kota Makassar pada November mendatang, Pemkot Makassar berencana memberikan penghargaan kepada individu, kelompok tani, komunitas lingkungan, hingga perusahaan yang dinilai memiliki kontribusi besar dalam menjaga kelestarian lingkungan.
"Ini bagian dari gerakan peduli lingkungan yang dapat menjadi budaya baru yang tumbuh dan mengakar di tengah masyarakat Kota Makassar," ujar Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin di Makassar, Minggu.
Saat ini, pemerintah telah menyediakan berbagai pilihan teknologi dan metode pengolahan sampah, mulai dari teba, eco enzyme, urban farming, hingga pengolahan sampah menjadi bahan bakar melalui teknologi Refuse Derived Fuel (RDF).
Menurut Munafri, berbagai metode tersebut dapat dipilih dan dikembangkan sesuai dengan kebutuhan masing-masing wilayah.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa seluruh upaya tersebut tidak akan berhasil tanpa adanya kesadaran dan kepedulian dari masyarakat.
"Persoalan sampah berawal dari individu. Karena itu perubahan juga harus dimulai dari individu. Mulai dari diri sendiri, kemudian keluarga, lingkungan sekitar, hingga komunitas yang lebih luas," ujarnya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar Helmy Budiman menyambut baik inisiatif Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin yang mencanangkan berbagai penghargaan bagi individu, komunitas, maupun kelompok masyarakat yang aktif menjaga lingkungan.
Menurutnya, program tersebut dapat menjadi pemicu semangat sekaligus sarana edukasi untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.
"Saya rasa ini merupakan inisiatif yang sangat baik, termasuk kegiatan lomba bisa memacu kita semua untuk semakin giat menjaga lingkungan dan semakin menyadarkan masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekitar," kata Helmy.
Ia menambahkan, hasil dari berbagai lomba dan penilaian lingkungan tersebut direncanakan akan diumumkan pada peringatan Hari Ulang Tahun Kota Makassar mendatang.
"Mudah-mudahan program ini menjadi sesuatu yang positif dan dapat terus ditularkan kepada masyarakat sehingga budaya peduli lingkungan semakin tumbuh dan berkembang di Kota Makassar," kata Helmy.
- munafri arifuddin
- pengelolaan sampah makassar
- dlh makassar
- reward and punishment sampah
- teknologi rdf makassar
Redaktur: alfred
Penulis: Alfred, Antara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.