• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Model AI Bantu Inventarisa...

Model AI Bantu Inventarisasi Fasilitas PLTB dan PLTS di Tiongkok

Sabtu, 23 Mei 2026, 09:55 WIB

BEIJING - Sekelompok peneliti dari Universitas Peking dan Akademi DAMO, yang berada di bawah naungan Alibaba Group, baru-baru ini menerbitkan data inventaris yang komprehensif dan berpresisi tinggi dari infrastruktur pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) dan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Tiongkok di dalam jurnal Nature.

Diterbitkan pada pekan ini, penelitian tersebut menawarkan evaluasi berbasis data mengenai bagaimana koordinasi antardaerah dapat meningkatkan integrasi energi terbarukan dalam sistem energi terbarukan Tiongkok, yang merupakan sistem energi terbarukan terbesar dan tercepat pertumbuhannya di dunia saat ini.

Tim peneliti menggunakan model kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk menganalisis citra satelit beresolusi tinggi berukuran lebih dari 7,56 terabita. Dengan model AI ini, tim peneliti dapat mengidentifikasi dan memetakan 319.972 fasilitas tenaga surya dan 91.609 turbin angin di 1.915 wilayah di Tiongkok pada 2022.

Kumpulan data terperinci ini memberikan "gambaran dari atas (bird's eye view) tentang lanskap energi terbarukan nasional," kata Liu Yu, profesor di Fakultas Ilmu Bumi dan Antariksa, Universitas Peking, yang merupakan penulis utama dalam penelitian tersebut.

Menurut temuan utama penelitian ini, perluasan cakupan koordinasi geografis meningkatkan secara signifikan efektivitas komplementaritas PLTB dan PLTS. Kedua fasilitas tersebut saling melengkapi, karena PLTS mencapai puncak produktivitas energi pada siang hari, sedangkan PLTB kerap menghasilkan lebih banyak energi pada malam hari. Karenanya, kedua fasilitas ini dapat meratakan variabilitas yang ada pada sumber-sumber energi terbarukan di daerah tertentu.

Ket. Foto: Pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB). — Sumber: Antara

Penelitian ini memodelkan empat strategi berbeda untuk mengintegrasikan energi terbarukan tersebut, mulai dari integrasi tingkat provinsi hingga koordinasi penuh tingkat nasional. Hasilnya menunjukkan bahwa strategi koordinasi antarprovinsi berskala nasional merupakan pendekatan yang paling efektif

Dalam sistem dengan fleksibilitas pengiriman (dispatchable flexibility) 80 persen, pendekatan ini dapat meningkatkan penetrasi energi terbarukan yang efektif sebesar 99,88 terawatt-jam (TWh), menurut penelitian tersebut.

Jumlah ini setara dengan 9,1 persen dari total energi tenaga surya dan bayu yang dihitung dalam penelitian ini dan dapat memenuhi kebutuhan listrik rata-rata nasional selama kurang lebih 120 jam. Yang terpenting, angka ini mewakili jumlah signifikan energi bersih "baru" yang seharusnya terbuang karena pembatasan produksi, tanpa memerlukan kapasitas pembangkit tambahan.

Dengan memanfaatkan AI untuk menciptakan fondasi data yang kuat, penelitian ini menawarkan jalur yang terukur bagi Tiongkok untuk mengintegrasikan sumber daya terbarukannya yang melimpah secara lebih efisien serta mempercepat pencapaian target netralitas karbonnya.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara, Lili Lestari

Berita Terbaru

Jangan Lupa Kenakan Masker! Kualitas Udara Jakarta Senin Pagi Tak Sehat, Warga Diminta Waspada

Luar Biasa Barcelona Bantai Elche 5-0! Raphinha dan Fermin Sama-Sama Cetak Brace

Motor Pedagang di Kelapa Gading Hilang Akibat Ditipu, Modusnya Bikin Kaget

Kabar Besar untuk Warga Bogor Barat, Pemkab Bocorkan Rancang 6 Stasiun Baru

Drama 4 Gol dan Kartu Merah! Atletico Madrid Gagal Menang atas Villarreal

Hobi Unik Febry Arnold, Diaspora Indonesia yang Gemar Taklukkan Maraton

Juventus Start Sempurna Raih Tiga Poin! Frosinone Jadi Korban di Pekan Pertama Serie A

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

Daun Pandan Tak Sekadar Aroma Khas, Ada Ikatan antara Hainan dan Indonesia yang Terjalin Semakin Erat

Kegiatan Gratis di HBKB Kenalkan Bahasa Isyarat kepada Masyarakat

Banten Siapkan Fasilitas Hoki Baru 2027, Target Cetak Atlet untuk PON 2032 hingga

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.