Memang Belum Sempurna! Inilah Garuda yang Baru Racikan John Herdman
📅 Senin, 08 Jun 2026, 17:39 WIB | Oleh: OpikAudero menggagalkan eksekusi Harek Alrhubasari pada menit ke-38, sekaligus menjaga keunggulan Indonesia tetap aman.
Penyelamatan itu menjadi salah satu dari empat penyelamatan yang dicatatkan kiper berdarah Mataram, Nusa Tenggara Barat tersebut.
Seusai laga, Herdman berulang kali memuji aksi Audero, yang menurutnya sangat penting untuk menjaga momentum positif Garuda yang sedang unggul dua gol menjelang turun minum.
Andai penalti itu berbuah gol, mungkin saja kemenangan meyakinkan ini tak terjadi. Jalannya pertandingan akan berubah dan dengan satu gol lagi tim berjuluk Al-Ahmar (Si Merah) bisa menyamakan kedudukan, bahkan bisa keluar sebagai pemenang karena angin kedua yang mereka dapatkan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kendati panen pujian, Audero tak merasa besar kepala. Aksinya dalam membuat penyalamatan-penyelamatan adalah bagian dari tugas hariannya sebagai kiper.
Lagi pula, empat penyelamatan yang dicatatkan Audero saat menghadapi Oman bukanlah hasil kerja individu semata. Catatan tersebut lahir dari kerja kolektif lini pertahanan yang tampil disiplin sepanjang pertandingan.
Para pemain belakang konsisten melakukan intersep, sapuan, dan blok penting, sekaligus mempersempit ruang tembak lawan. Dengan organisasi pertahanan yang rapi, para pemain Oman kerap dipaksa melepaskan tembakan dari posisi yang kurang ideal, sehingga tugas Audero di bawah mistar gawang menjadi lebih terukur.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tetap rendah hati
Indonesia bermain cantik, enak ditonton. Umpan kaki ke kaki, banyak kombinasi. Para pemain bergerak aktif tanpa bola. Semua pemain terlibat.
Semua bisa menjadi pemain bertahan, begitu juga semua pemain bisa mencetak gol ke gawang lawan.
Hubner muncul di kotak penalti lawan untuk menyundul bola umpan Nathan Tjoe-A-On dalam skema bola mati, Oratmangoen menyelesaikan skema indah dari permainan terbuka, dan Romeny menjadi predator menakutkan untuk menghukum kesalahan lawan.
Semua perkembangan ini dilakukan Herdman dalam kurun waktu lima bulan saja, dan mungkin kurang satu bulan jika dihitung waktu efektifnya bersama tim Garuda.
Namun, alih-alih terlalu menikmati kemenangan ini, Herdman justru mengajak timnya untuk tetap rendah hati.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!