Memang Belum Sempurna! Inilah Garuda yang Baru Racikan John Herdman
📅 Senin, 08 Jun 2026, 17:39 WIB | Oleh: OpikJAKARTA - Sebanyak 23.677 pasang mata di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat malam, seolah menyaksikan wujud "Garuda baru" yang berkali-kali dijanjikan pelatih timnas Indonesia, John Herdman, sejak diperkenalkan pada Januari lalu.
Perlahan tetapi pasti, identitas permainan yang diinginkan Herdman mulai terlihat dalam tubuh tim Garuda. Memang belum sempurna, tetapi banyak yang sepakat bahwa kemenangan 3-0 atas timnas Oman merupakan penampilan terbaik Indonesia di bawah arahan pelatih asal Inggris tersebut.
Kemenangan itu juga mengakhiri catatan buruk Indonesia saat menghadapi wakil Timur Tengah tersebut. Sebelumnya, tim Garuda tidak pernah menang atas Oman dalam 38 tahun terakhir. Menariknya, kemenangan terakhir Indonesia atas Oman terjadi pada 1988 dengan skor yang sama, yakni 3-0.
Yang tak kalah penting, kemenangan ini diraih atas tim yang menempati peringkat ke-79 dunia, atau 43 tingkat lebih tinggi dibanding Indonesia yang berada di posisi ke-122 ranking FIFA.
Hasil tersebut menjadi bukti bahwa posisi dalam ranking FIFA tidak selalu mencerminkan kekuatan sesungguhnya sebuah tim di lapangan. Pandangan serupa juga disampaikan pelatih Oman, Tarik Sektioui, yang menilai perbedaan peringkat tidak selalu menggambarkan jarak kualitas yang sebenarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Peringkat mereka saat ini tidak mencerminkan kualitas permainan yang sebenarnya, terutama dengan perkembangan dalam beberapa tahun terakhir," kata Sektioui dalam jumpa pers selepas pertandingan di SUGBK, Jumat.
Dominan. Itulah kata yang paling tepat untuk menggambarkan jalannya pertandingan. Memang, statistik Lapangbola mencatat Indonesia hanya unggul tipis dalam penguasaan bola, yakni 57 persen berbanding 43 persen milik Oman.
Namun, siapa pun yang menyaksikan laga ini akan memahami bahwa tim Garuda benar-benar mengendalikan permainan. Padahal, Indonesia belum tampil dengan kekuatan terbaik karena absennya sejumlah pemain kunci seperti Jay Idzes, Thom Haye, Miliano Jonathans, Mees Hilgers, dan Marselino Ferdinan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dominasi tersebut tercermin dari produktivitas serangan. Indonesia melepaskan 10 tembakan, enam di antaranya mengarah tepat ke gawang, dan tiga berbuah gol melalui Justin Hubner pada menit ke-13, Ole Romeny pada menit ke-27, serta Ragnar Oratmangoen pada menit ke-56.
Tak hanya lini depan yang tampil impresif, sektor pertahanan juga layak mendapat apresiasi. Trio bek tengah Rizky Ridho, Elkan Baggott, dan Justin Hubner tampil solid dalam skema 3-4-3 meski tanpa komando sang kapten, Jay Idzes, yang absen karena masih menjalani pemulihan cedera.
Meski demikian, lini belakang Indonesia tidak sepenuhnya tanpa cela. Beberapa kali masih terlihat celah yang bisa dimanfaatkan lawan. Salah satunya terjadi ketika Hubner terlambat melakukan tekel terhadap bek kanan Oman, Amjad Al-Harthi, di dalam kotak penalti.
Wasit asal Singapura, Muhammad Taqi, tanpa ragu menunjuk titik putih. Keputusan itu menjadi hukuman atas tindakan ceroboh bek Fortuna Sittard tersebut.
Namun, itulah sepak bola. Olahraga yang menjunjung tinggi kerja sama tim ini selalu menunjukkan bahwa ketika satu pemain melakukan kesalahan, pemain lain bisa hadir untuk memperbaikinya.
Peran itu dimainkan dengan sempurna oleh Emil Audero. Kiper kelahiran Mataram, Nusa Tenggara Barat, tersebut menyelamatkan Justin Hubner dari malam yang berpotensi berubah pahit.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!