Kasus Kebakaran Meningkat Warga Rejang Lebong Diminta Waspada

Kamis, 04 Jun 2026, 23:57 WIB

Rejang Lebong - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, meminta warga di daerah itu untuk mewaspadai peningkatan kasus kebakaran permukiman dan lahan terbuka seiring memasuki musim kemarau.

Kepala Dinas Damkar Rejang Lebong Andy Ferdian saat dihubungi di Rejang Lebong, Kamis, mengatakan cuaca panas, kondisi lingkungan yang kering, serta angin yang cukup kencang pada musim kemarau dapat mempercepat penyebaran api apabila terjadi kebakaran.

Ket. Foto: Armada pemadam kebakaran milik Damkar Kabupaten Rejang Lebong. — Sumber: Antara

"Warga Rejang Lebong diminta agar lebih berhati-hati dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran, terutama saat musim kemarau seperti sekarang ini," kata dia.

Dia menjelaskan, mayoritas peristiwa kebakaran yang terjadi selama ini dipicu oleh faktor kelalaian manusia (human error). Beberapa di antaranya meliputi korsleting arus pendek listrik, penggunaan kompor yang luput dari pengawasan, hingga aktivitas pembakaran sampah yang tidak terkendali.

Untuk mengantisipasi peningkatan bahaya kebakaran ini, kata dia, pihaknya meminta warga setempat selalu memeriksa instalasi listrik di rumah masing-masing apakah masih baik dan memenuhi standar keamanan atau tidak. Selain itu warga juga dilarang menggunakan stop kontak secara berlebihan (paralel) karena rentan memicu korsleting.

"Biasakan juga untuk mematikan serta mencabut peralatan elektronik yang tidak digunakan saat hendak meninggalkan rumah. Selain itu, area dapur memerlukan perhatian khusus, pastikan kompor gas benar-benar mati setelah selesai memasak," tegasnya.

Sedangkan untuk antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Dinas Damkar Rejang Lebong menekankan agar warga tidak membakar sampah sembarangan di dekat vegetasi kering atau semak belukar. Masyarakat juga diminta tidak membuang puntung rokok secara sembarangan serta menegaskan larangan membuka lahan perkebunan dengan cara dibakar.

Sebagai langkah penanganan dini, pihaknya menyarankan setiap kepala keluarga untuk menyediakan alat pemadam api ringan (APAR) secara mandiri di rumah, atau setidaknya menyiapkan sarana pemadaman sederhana seperti pasir dan sumber air yang mudah dijangkau.

Sementara itu, untuk mengantisipasi peningkatan kasus kebakaran Damkar Rejang Lebong, tambah dia, saat ini telah menyiagakan 118 personel, tersebar di satu markas komando atau mako dan lima posko di tingkat kecamatan.

Persebaran personel Damkar ini meliputi Mako Damkar yang berlokasi di Kota Curup untuk melayani lima kecamatan di wilayah perkotaan. Sementara itu, lima posko lainnya berada di Kecamatan Bermani Ulu, Selupu Rejang, Binduriang, Padang Ulak Tanding, dan Kecamatan Kota Padang.

Selain kesiapan personel pihaknya juga menyiagakan delapan unit armada pemadam yang terdiri atas mobil pemadam (fire truck) dan mobil penyuplai air. Andy menjamin timnya akan bekerja secara profesional dengan target waktu respons yang cepat.

  • Bencana Kebakaran

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.