- Home
-
- Luar Negeri
-
- PBB Desak Kelompok Houthi ...
PBB Desak Kelompok Houthi Hentikan Eskalasi
Rabu, 22 Jul 2026, 01:00 WIBPBB â Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan keprihatinan atas ancaman baru kelompok Houthi terhadap Arab Saudi yang dinilai berpotensi memicu eskalasi konflik di kawasan. PBB pun mendesak seluruh pihak menahan diri dan menyelesaikan perselisihan melalui dialog serta diplomasi.
"Kami telah melihat laporan-laporan tersebut dan sangat prihatin dengan ancaman baru Houthi terhadap Arab Saudi, terhadap kebebasan navigasi, serta risiko eskalasi regional yang lebih luas lagi," kata Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB Stephane Dujarric, Senin (20/7).
Dikutip dari Antara, Kelompok Houthi sebelumnya mengumumkan blokade maritim terhadap Arab Saudi setelah kedua pihak saling melancarkan serangan udara pekan lalu terkait penerbangan Iran menuju wilayah yang dikuasai Houthi di Yaman.
"Kami menyerukan deeskalasi segera. Kami mendesak seluruh pihak untuk menyelesaikan perselisihan mereka melalui dialog dan diplomasi. Kami menegaskan kembali bahwa Resolusi Dewan Keamanan 2722 (2024) dan berbagai resolusi lanjutan terkait serangan Houthi terhadap kapal niaga dan komersial harus dihormati sepenuhnya," ujar Dujarric.
Dalam pengarahan pers hariannya, Dujarric mengingatkan bahwa gangguan terhadap pelayaran di Laut Merah, salah satu jalur perdagangan maritim paling strategis di dunia selain Selat Hormuz, dapat menimbulkan dampak global.
"Hal itu akan memengaruhi arus pengiriman logistik PBB, terutama bantuan kemanusiaan dan perlengkapan pemeliharaan perdamaian. Namun yang jauh lebih mengkhawatirkan, hal tersebut akan menghadirkan kembali dampak negatif terhadap perdagangan global, perdagangan energi, serta perdagangan secara keseluruhan," katanya.
Blokade Maritim
Kelompok Houthi pada Senin (20/7) secara resmi mengumumkan "blokade maritim" terhadap Arab Saudi yang berlaku segera.
Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, dalam pernyataan yang disiarkan televisi Al-Masirah mengatakan larangan navigasi maritim yang berkaitan dengan Arab Saudi mulai berlaku sejak pengumuman tersebut disampaikan.
Saree juga memperingatkan bahwa setiap bentuk eskalasi dari Arab Saudi akan dibalas dengan "eskalasi komprehensif dan berat."
Hingga kini, pemerintah Arab Saudi belum memberikan tanggapan resmi atas pengumuman tersebut.
Pekan lalu, Houthi menuduh Arab Saudi melancarkan serangan udara ke Bandara Sanaa dan menembakkan rudal ke wilayah Saudi, yang mengakhiri periode ketenangan selama beberapa tahun terakhir.
Meski Riyadh tidak mengomentari tuduhan itu, pemerintah Yaman yang diakui secara internasional mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. Pemerintah menyatakan sasaran serangan adalah Bandara Sanaa untuk mencegah pesawat Iran mendarat.
Dujarric mengatakan Utusan Khusus PBB untuk Yaman, Hans Grundberg, saat ini berada di Muscat, Oman, setelah menyelesaikan kunjungan ke Arab Saudi pada Minggu (19/7).
Selama di Riyadh, Grundberg bertemu Ketua Dewan Kepemimpinan Kepresidenan Yaman, Duta Besar Arab Saudi untuk Yaman, serta perwakilan lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB.
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Eko S, Selocahyo Basoeki Utomo S
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.