Dua Tahun SD Roboh, Baru Dijanjikan Diperbaiki Usai Viral

Rabu, 22 Jul 2026, 01:05 WIB

JAKARTA – Memang benar istilah “No Viral no Justice.” Mungkin itu pula yang membuat SD 09 Kebayoran Lama baru dijanjikan untuk diperbaiki setelah viral, meski sudah dua tahun roboh. Tak diperbaiki andai tidak viral. “Saya baru tahu. Kalau yang viral, pasti saya beri atensi khusus. Ini segera diperbaiki,” tandas Gubernur Jakarta, Pramono Anung, Selasa.

Dia berjanji segera menangani SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi, Jakarta Selatan, yang telah roboh selama dua tahun atau sejak 2024. “Tentunya segera kami tangani. Kami terus terang baru tahu ketika ini viral. Jakarta begitu luas. Kalau yang viral-viral pasti saya kasih atensi khusus untuk segera diselesaikan,” tandasnya.

Ket. Foto: Pemandangan kondisi robohnya kelas SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan selama dua tahun, Jakarta, Selasa (21/7). — Sumber: ANTARA/Luthfia Miranda Putri

Empat kelas dan satu ruangan Unit Kesehatan Sekolah (UKS) SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan di Jalan KH Ismail telah roboh tahun 2024 lalu. Berdasarkan pantauan di lokasi, gerbang masuk sekolah digembok. Harus dibukakan seorang satpam untuk bisa masuk. Suasana sekolah lengang, tak ada aktivitas guru bersama siswa. Padahal sekolah itu terdapat di dalam kawasan permukiman warga.

Terlihat robohan bangunan di sebelah kanan sekolah mulai dari atap genteng dan tiang penyangga berjatuhan menimpa peralatan sekolah seperti lemari, meja dan bangku. Kondisi ruangan sudah tidak layak dan berbahaya jika melaksanakan aktivitas belajar mengajar.

Saat Pilkada

Menurut orang tua siswa, SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, roboh saat Pilkada Jakarta pada tanggal 27 November 2024. “Awal kejadian pas libur Pilkada. Jadi nggak ada yang tahu. Penjaga sekolah pun nggak tahu. Warga sekitar aja yang tahu,” jelassalah satu orang tua siswa, Evi Afrida, Selasa. Tak ada angin atau hujan tiba-tiba roboh. Itu terjadi pagi hari sekitar pukul 06.30 WIB.

Memang sore sebelum kejadian, turun hujan deras, paginya Gedung SD roboh. Dalam kejadian tersebut tak ada korban (jiwa). Namun, orang tua tentu merasa resah, gedung membahayakan banyak orang. Sejak itu, orang tua terus minta kejelasan kepada pihak sekolah, namun belum ada kepastian hingga kini.

“Ya dari sekolah sih sudah menindaklanjuti. Kami sudah melapor ke Dinas. Tapi memang sampai saat ini belum ada kepastian tindak lanjut,” katanya. Dia berharap Pemerintah Provinsi Jakarta membantu sekolah agar bisa dibangun kembali menjadi lebih baik dan nyaman bagi para siswa. Anak-anak masuk siang, sejak sekolah ambruk.

Optimalkan Lahan

Di bagian lain, sekolah-sekolah Jakarta diminta optimalisasi ruang hijau atau lahan untuk kegiatan pengelolaan sampah dan pertanian perkotaan (urban farming) guna menumbuhkan ketahanan pangan. “Manfaatkan lahan sekolah untuk urban farming, mengolah dan memilah sampah,” kata Kepala Dinas Pendidikan Jakarta, Nahdiana.

Dia menyampaikan ini dalam seminar daring “Membangun Budaya Sekolah Peduli Lingkungan melalui Pengelolaan Sampah dan Optimalisasi ruang hijau,” di Jakarta, Selasa.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.