DKI Perluas Pelatihan Kerja Keliling untuk Tekan Pengangguran

Kamis, 04 Jun 2026, 14:15 WIB

Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) Jakarta Timur (Jaktim) memperkuat upaya menekan angka pengangguran melalui perluasan program pelatihan keterampilan keliling atau Mobile Training Unit (MTU).

"Program ini menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan keterampilan masyarakat agar memiliki daya saing yang lebih baik di dunia kerja maupun kemampuan untuk membangun usaha secara mandiri," kata Kepala PPKD Jakarta Timur Teguh Hendarwan di Jakarta, Kamis (4/6).

Ket. Foto: Arsip Foto - Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) menghadirkan layanan Mobile Training Unit (MTU) pada festival lowongan kerja atau Job Festival (JobFest) tahap ketiga Tahun 2025 di Jakarta Internasional Velodrome, Jakarta Timur, Selasa (19/8/2025). — Sumber: Antara

Seluruh program pelatihan yang diselenggarakan, kata dia, dirancang berdasarkan kebutuhan dunia kerja serta potensi usaha yang berkembang di masyarakat.

Langkah tersebut dilakukan agar keterampilan yang diperoleh peserta dapat langsung diterapkan dan memiliki peluang besar untuk mendukung peningkatan kesejahteraan ekonomi.

"Berbagai program kejuruan yang diselenggarakan, dirancang sesuai kebutuhan dunia kerja dan potensi usaha yang berkembang di masyarakat," ujar Teguh.

Melalui program MTU, PPKD Jakarta Timur menghadirkan berbagai pelatihan berbasis kompetensi yang menjangkau masyarakat hingga tingkat kelurahan.

Program tersebut diharapkan dapat membuka akses yang lebih luas bagi warga untuk memperoleh keterampilan kerja tanpa harus menempuh jarak yang jauh menuju pusat pelatihan.

Beberapa pelatihan yang diselenggarakan saat ini, antara lain merias wajah dan penataan rambut di Kelurahan Utan Kayu Selatan, pembuatan makanan dan minuman serta pembuatan produk roti dan patiseri di Kelurahan Malaka Sari, dan dasar penjahitan busana di Kelurahan Cakung Timur.

Selain keterampilan berbasis usaha, PPKD Jakarta Timur juga membuka peluang bagi masyarakat yang ingin memasuki sektor industri modern melalui pelatihan desainer grafis muda di Unit Pengelola Rumah Susun (UPRS) 1 Rusunawa Jatinegara Barat dan junior office administration di Kelurahan Pondok Bambu.

Kemudian, ada pula pelatihan barista dasar di Kelurahan Pisangan Baru yang disiapkan untuk menjawab kebutuhan tenaga kerja pada industri makanan dan minuman yang terus mengalami pertumbuhan.

Secara keseluruhan, program MTU PPKD Jakarta Timur mencakup 12 bidang kejuruan yang dirancang untuk menjawab kebutuhan pasar kerja yang terus berkembang.

Mayoritas pelatihan berlangsung selama 20 hari kerja dengan porsi praktik yang lebih besar dibandingkan teori. Pendekatan ini diterapkan agar peserta dapat menguasai keterampilan secara langsung dan lebih siap memasuki dunia kerja setelah menyelesaikan pelatihan.

Khusus untuk program Bahasa Inggris, pelatihan dilaksanakan selama 45 hari karena mencakup berbagai tingkatan pembelajaran dan kompetensi yang lebih luas. Materi yang diberikan meliputi kemampuan dasar, tata bahasa, berbicara, percakapan, mendengarkan, serta berbagai keterampilan komunikasi yang saat ini menjadi kebutuhan penting dalam banyak sektor pekerjaan.

"Peningkatan kompetensi masyarakat menjadi salah satu kunci dalam menghadapi tantangan ketenagakerjaan di tengah perubahan kebutuhan industri yang semakin dinamis. Oleh karena itu, PPKD Jakarta Timur terus berupaya menghadirkan program pelatihan yang relevan dan mudah diakses oleh masyarakat," ucap Teguh.

Melalui program MTU yang didukung sertifikasi kompetensi nasional, Teguh berharap dapat mencetak tenaga kerja yang lebih siap bersaing, produktif, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan dunia kerja. 

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.