Kolaborasi Barantin–FAO Buka Jalan Indonesia Jadi Poros Biosekuriti
Kamis, 04 Jun 2026, 16:55 WIBJAKARTA â Penguatan sistem biosekuriti menjadi langkah penting untuk melindungi sektor peternakan dan pertanian dari ancaman penyakit yang dapat mengganggu produksi dan rantai pasok pangan.
Penerapan standar kebersihan, pengawasan lalu lintas hewan, serta deteksi dini wabah mampu menekan risiko penyebaran penyakit dan mengurangi kerugian ekonomi.
Dalam jangka panjang, biosekuriti yang kuat tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan nasional dan daya saing produk agribisnis di pasar global.
Badan Karantina Indonesia (Barantin) membidik Indonesia menjadi pusat penguatan biosekuriti regional melalui kerja sama dengan Food and Agriculture Organization (FAO) di tengah meningkatnya risiko biologis dan lalu lintas perdagangan global.
âFAO merupakan mitra penting bagi Indonesia. Pengalaman dan jaringan yang dimiliki FAO sangat dibutuhkan untuk memperkuat sistem biosekuriti nasional sekaligus meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global,â kata Kepala Barantin Abdul Kadir Karding dalam keterangan resmi diterima di Jakarta, Kamis (4/6).
Menurut dia, peran karantina saat ini tidak lagi hanya memeriksa komoditas yang keluar dan masuk wilayah Indonesia.
Ia mengatakan sistem karantina juga berfungsi menjaga ketahanan pangan, melindungi sumber daya hayati, dan memastikan perdagangan berjalan aman sesuai standar internasional.
Karena itu, Barantin mendorong penguatan kerja sama dengan FAO dalam sejumlah bidang, mulai dari penguatan sistem biosekuriti hingga modernisasi laboratorium.
Selain itu, kerja sama juga diarahkan pada peningkatan kapasitas pengawasan dan peringatan dini serta pengembangan sistem ketertelusuran atau traceability komoditas.
Menurut Karding, penguatan sistem ketertelusuran menjadi penting di tengah meningkatnya tuntutan standar keamanan pangan dan perdagangan internasional.
Barantin berharap FAO dapat mendukung penyusunan Grand Desain Perkarantinaan Indonesia 2026â2050 sebagai arah pengembangan sistem karantina nasional jangka panjang.
Indonesia, kata dia, memiliki posisi strategis untuk menjadi salah satu pusat penguatan biosekuriti di kawasan ASEAN dan Indo-Pasifik karena merupakan negara kepulauan dengan tingkat keanekaragaman hayati yang tinggi.
âKami ingin sistem karantina Indonesia tidak hanya kuat untuk melindungi kepentingan nasional, tetapi juga mampu berkontribusi bagi penguatan biosekuriti kawasan,â ujar Karding.
Data Barantin menunjukkan nilai ekspor komoditas karantina Indonesia pada JanuariâOktober 2025 mencapai sekitar Rp304,7 triliun sehingga penguatan sistem biosekuriti dinilai penting untuk menjaga keamanan perdagangan dan daya saing produk ekspor Indonesia.
Sementara itu, Kepala Perwakilan FAO untuk Indonesia dan Timor Leste Rajendra Aryal mengatakan Indonesia memiliki posisi penting dalam mendukung ketahanan pangan dan perdagangan aman di kawasan.
Menurut Rajendra, Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat keanekaragaman hayati terbesar di dunia sehingga fungsi karantina memiliki peran strategis dalam melindungi sumber daya hayati dan kesehatan pangan.
âFAO meyakini bahwa kolaborasi yang kuat dengan Indonesia akan memberikan kontribusi besar bagi penguatan biosekuriti regional melalui pendekatan one health dan kerja sama lintas sektor,â ucap Rajendra.
Pertemuan tersebut menjadi langkah awal penguatan kolaborasi antara Barantin dan FAO dalam menghadapi tantangan biosekuriti global yang semakin kompleks di tengah meningkatnya mobilitas perdagangan internasional.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Mahakarya Goa Kreo dan Sesaji Rewanda 2026, Perpaduan Seni Modern dan Ritual Sakral di Semarang
-
Torehan Rekor Gilgeous-Alexander Bantu Thunder Atasi Timberwolves
-
Jalan Pantura Kudus-Pati Terendam Banjir
-
Es Teler Milky Pudding, Menu Inovatif untuk UMKM Selama Ramadan
-
Piala Jerman: Bekuk Leipzig 2-0, Bayern Muenchen Melangkah ke Semifinal
-
Masuk Usia 14 Tahun, Ini Strategi Pupuk Indonesia Jaga Ketahanan Pangan Nasional
-
Iran Ancam akan Menyerang Pangkalan AS di Timur Tengah Jika Diserang Lebih Dahulu
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.