MRT Jakarta Siap Bangun Cincin Donat di Dukuh Atas, Hubungkan 4 Titik Strategis

Selasa, 27 Jan 2026, 20:25 WIB

JAKARTA - PT MRT Jakarta (Perseroda) menargetkan pembangunan kawasan berorientasi transit atau transit oriented development (TOD) berupa jalur pejalan kaki melingkar di kawasan Dukuh Atas dapat dimulai pada pertengahan 2026. Proyek yang populer dijuluki "cincin donat" ini disiapkan untuk memperkuat konektivitas pejalan kaki di pusat aktivitas ibu kota.

Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) Tuhiyat menyampaikan, proses groundbreaking proyek tersebut diupayakan dapat dilakukan paling lambat pada pertengahan tahun depan. Menurut dia, proyek ini menjadi salah satu pengembangan kawasan TOD paling strategis di Jakarta.

Ket. Foto: PT MRT Jakarta (Perseroda) menargetkan pembangunan kawasan berorientasi transit atau transit oriented development (TOD) berupa jalur pejalan kaki melingkar (Cincin Donat) di kawasan Dukuh Atas dapat dimulai pada pertengahan 2026. — Sumber: Koran Jakarta/Paundra Zakirulloh

"Saya targetkan paling lambat di pertengahan tahun 2026 bisa groundbreaking," ujar Tuhiyat dalam Forum Jurnalis MRT di Jakarta, Selasa (27/1/2026).

Tuhiyat menjelaskan, jalur pejalan kaki melingkar ini akan menghubungkan empat kuadran utama di kawasan Dukuh Atas yang selama ini masih terpisah. Empat titik tersebut meliputi sisi Gedung BNI, Gedung Landmark Centre, koridor Jalan Kendal–Blora, hingga kawasan Jalan Tanjung Karang.

Secara desain, jalur "cincin donat" direncanakan memiliki diameter sekitar 118 meter dengan lebar mencapai 12 meter. Infrastruktur ini dirancang sebagai penghubung antar moda transportasi sekaligus ruang publik yang nyaman bagi masyarakat.

"Sekitar lima meter dialokasikan untuk area komersial seperti tenant (pop-up store), sementara tujuh meter lainnya digunakan sebagai jalur pergerakan pejalan kaki. Fasilitas ini juga akan dilengkapi eskalator," jelas Tuhiyat.

Saat ini, proyek tersebut masih berada pada tahap studi kelayakan dan pendalaman desain teknis. Proses kajian ini telah berjalan sejak November 2025 dan terus dimatangkan agar pembangunan bisa berjalan sesuai rencana.

Tuhiyat menambahkan, aspek teknis konstruksi menjadi fokus utama dalam perencanaan proyek, khususnya terkait penempatan pilar penyangga dek pejalan kaki. Penataan struktur harus memperhitungkan keberadaan infrastruktur vital di bawah tanah.

"Karena kita punya pilar untuk penyangga dek pejalan kaki. Pilar di situ ada yang tidak boleh dilakukan (sembarangan), karena ada pompa air dan sebagainya," kata Tuhiyat.

Dari sisi pembiayaan, MRT Jakarta menyiapkan skema pendanaan campuran antara modal perusahaan dan pinjaman luar negeri. Skema ini dipilih untuk menjaga keberlanjutan proyek sekaligus memenuhi standar pembangunan internasional.

"Untuk financing-nya memang MRT. Setengahnya kurang lebih dari equity. Setengahnya lagi kami berupaya untuk melakukan skema pinjaman," ujar Tuhiyat.

MRT Jakarta juga berencana melibatkan Japan International Cooperation Agency (JICA) dalam skema pembiayaan tersebut. Keterlibatan lembaga internasional ini diharapkan dapat memperkuat kualitas perencanaan dan pelaksanaan proyek TOD Dukuh Atas.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.