Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dinas Pariwisata Kaltim Angkat Pesona Wisata Berbasis Konservasi Mangrove

📅 Rabu, 03 Jun 2026, 08:47 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dinas Pariwisata Kaltim Angkat Pesona Wisata Berbasis Konservasi Mangrove Doc: ANTARA
Ket. Wisatawan menyusuri titian ulin di Bontang Mangrove Park, Kaltim.

SAMARINDA – Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur (Dispar Kaltim) mengangkat pesona destinasi wisata alam berbasis konservasi mangrove untuk menarik minat kunjungan turis domestik maupun mancanegara.

"Pengembangan ekowisata seperti Bontang Mangrove Park membuktikan bahwa pelestarian alam dan edukasi lingkungan bisa menjadi daya tarik unggulan yang berdampak positif pada ekonomi masyarakat," kata Kepala Dispar Kaltim Ririn Sari Dewi di Samarinda, Selasa (02/6).

Destinasi Bontang Mangrove Park (BMP) yang berada di bawah naungan Taman Nasional Kutai tersebut memadukan tiga konsep utama pariwisata, yakni konservasi, edukasi, serta petualangan alam terbuka.

Para wisatawan dapat menikmati keasrian ekosistem mangrove seluas 279 hektare ini dengan menyusuri jembatan kayu ulin sepanjang 2,15 kilometer yang membelah rimbunnya dedaunan.

"Selain menawarkan lorong kanopi hijau yang sejuk, kawasan wisata ini juga menjadi ruang kelas alam bagi pengunjung untuk mengenal beragam vegetasi seperti Rhizophora sp dan Avicennia sp," papar Ririn.

Jika beruntung, ujar dia, pelancong yang singgah bisa menjumpai satwa penghuni hutan kebanggaan masyarakat Bontang tersebut, mulai dari bekantan, monyet ekor panjang, hingga bangau tong-tong.

Secara ekologis, cakap Ririn, jejaring akar pohon bakau di lokasi wisata ini bertindak sebagai perisai alami yang efektif membentengi daratan pesisir dari risiko abrasi dan gempuran ombak laut.

Pelestarian pesisir ini dibuktikan dengan data tutupan lahan mangrove di BMP yang justru mengalami perluasan signifikan dari 84,67 hektare pada tahun 2002 menjadi 279 hektare saat ini.

"Lokasinya yang mudah diakses dari pusat Kota Bontang menjadikan wahana ekologis dengan harga tiket terjangkau ini selalu menyedot puluhan ribu wisatawan setiap tahun," jelas Ririn.

Pengelolaan pariwisata hasil gotong royong antara pemerintah, swasta, serta masyarakat lokal ini bahkan telah mendapat apresiasi langsung dari Komisi IV DPR RI sebagai percontohan nasional.

Dispar Kaltim berharap model kolaborasi pariwisata di Bontang ini dapat direplikasi pada kabupaten dan kota lainnya agar kekayaan alam daerah tetap lestari sekaligus memajukan kesejahteraan warganya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Setelah AGI, Dunia Harus Si...

Masa Depan Bursa Dipertaruhkan

49 menit yang lalu | Lukman

Ekonomi
Masa Depan Bursa Dipertaruhkan
Luar Negeri
Prancis Konfirmasi Kasus Eb...
Rona
Data Biometrik SIM Benarkah...
Daerah
Perilaku Konsumtif dan Kebi...
Update Klasemen Sementara Piala Dunia 2026: Kolombia dan Inggris Memimpin di Grup K dan L

Update Klasemen Sementara Piala Dunia 2026: Kolombia dan Inggris Memimpin di Grup K dan L

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.