Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kegiatan Belajar di Sekolah Gorontalo Utara Kembali Normal Pascabanjir

📅 Senin, 01 Jun 2026, 22:27 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kegiatan Belajar di Sekolah Gorontalo Utara Kembali Normal Pascabanjir Doc: Antara

Gorontalo - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo menyatakan aktivitas belajar mengajar pada tiga sekolah yang terdampak banjir di Kecamatan Biau, Kabupaten Gorontalo Utara dapat kembali berlangsung normal pasca- banjir.

Pengelola Data BPBD Provinsi Gorontalo Mohamad Nasaru di Gorontalo, Senin, mengatakan ruang belajar pada tiga sekolah yang sempat terdampak banjir telah dibersihkan sehingga aman digunakan kembali oleh siswa dan guru.

"Terkait aktivitas sekolah saya kira sudah bisa beraktivitas, karena ruang sekolah sudah kami bersihkan. Mungkin bagian halaman sekolah yang masih perlu dilakukan pembersihan lanjutan," katanya.

Tiga fasilitas pendidikan yang terdampak banjir tersebut yakni SMA Negeri 1 Gorontalo Utara, SMP Negeri 1 Biau, dan SD Negeri 3 Biau.

Ia mengatakan kondisi di lokasi terdampak saat ini sudah terkendali dan aman. Namun BPBD masih melakukan pemutakhiran data untuk memastikan jumlah kerusakan dan kerugian akibat banjir yang melanda wilayah tersebut.

"Kami belum memastikan saat ini data keseluruhan dan kerugian yang dialami karena masih terus melakukan pemutakhiran data sesuai laporan resmi dari BPBD Gorontalo Utara," katanya.

Berdasarkan laporan BPBD Kabupaten Gorontalo Utara per 1 Juni 2026, banjir yang terjadi sejak 26 Mei 2026 akibat luapan Sungai Didingga berdampak pada lima desa di Kecamatan Biau, yakni Desa Bualo, Didingga, Biau, Omuto, dan Luhuto.

Sebanyak 840 Kepala Keluarga (KK) atau 2.817 jiwa terdampak banjir, dengan total 826 rumah terendam. Selain itu tercatat 64 rumah mengalami kerusakan berat, 19 rumah rusak sedang, 64 rumah rusak ringan, dan tiga rumah hanyut.

BPBD Gorontalo Utara melaporkan banjir telah surut, namun masih menyisakan material kayu dan lumpur di sejumlah lokasi terdampak. Kendala utama yang masih dihadapi warga adalah terbatasnya akses air bersih pascabanjir.

Sejak awal kejadian BPBD Gorontalo Utara bersama BPBD Provinsi Gorontalo, Dinas Sosial, TNI, Polri, Taruna Siaga Bencana (Tagana), pemerintah kecamatan dan desa, serta Balai Wilayah Sungai Sulawesi II, melakukan penanganan darurat, pembersihan rumah warga, dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Asosiasi Ojek Online: Aturan Bagi Hasil 92:8 Persen Beri Dampak Nyata Pengemudi Ojol
    Preview komentar:
    Potongan 8% kaga ada bedanya, malah makin parah ...
    Pak presiden yg terhormat tolong cek ricek hasil ...
  • Ketahanan Pangan Diperkuat Rp195,3 Triliun, Mampukah Harga Pangan Ikut Stabil?
    Preview komentar:
    Meskipun fokus RAPBN 2027 ini sangat kuat pada ...
  • Tenun Dinilai Menekraf Harus Ditampilkan Agar Nilai Ekonominya Berkembang
    Preview komentar:
    Langkah strategis Kementerian Ekraf dalam mensertifikasi desain tenun ...

The Brink of War: Teror Psikologis Menjelang Kiamat Nuklir Dunia

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Rona
The Brink of War: Teror Psi...
Mengenaskan Jumlahnya Terus Bertambah! Korban Jiwa Gempa M7,7 Tembus 47 Orang hingga Sabtu Malam

Mengenaskan Jumlahnya Terus Bertambah! Korban Jiwa Gempa M7,7 Tembus 47 Orang hingga Sabtu Malam

15 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.