Knicks Singkirkan Cavaliers, Melaju ke Final NBA Perdana Sejak 1999

Rabu, 27 Mei 2026, 00:05 WIB

WASHINGTON, AMERIKA SERIKAT — New York Knicks memastikan tiket ke Final NBA untuk pertama kalinya sejak 1999 setelah mengalahkan Cleveland Cavaliers dengan skor telak 130-93 pada laga keempat Final Wilayah Timur, Selasa (26/5).

Kemenangan dominan di Cleveland membuat Knicks menyapu bersih seri best-of-seven dengan skor 4-0 sekaligus memperpanjang rekor kemenangan beruntun mereka di playoff menjadi 11 pertandingan.

Ket. Foto: Ilustrasi pertandingan NBA, New York Knicks kontra Cleveland Cavaliers. — Sumber: AFP

Karl-Anthony Towns tampil solid dengan mencatat 19 poin dan 14 rebound. Sementara OG Anunoby menambahkan 17 poin, dan pemain cadangan Landry Shamet memberi kontribusi penting lewat 16 poin, termasuk empat tripoin tanpa gagal.

“Kami akan menikmati ini satu atau dua hari, tetapi kami masih memiliki tujuan yang lebih besar dan harus segera kembali fokus,” ujar Shamet.

Knicks kini tinggal menunggu pemenang final Wilayah Barat antara Oklahoma City Thunder dan San Antonio Spurs yang sementara masih imbang 2-2. Final NBA akan dimulai pada 3 Juni.

Klub asal New York itu terakhir kali menjuarai NBA pada 1970 dan 1973. Kini mereka berada empat kemenangan lagi dari peluang mengakhiri penantian panjang gelar juara.

“Kami tahu tim ini mampu melakukan hal seperti ini,” kata Towns. “Kami hanya perlu terus bekerja keras dan percaya satu sama lain. Itulah yang kami lakukan dan alasan kami bisa berada di sini.”

Jalen Brunson kembali menjadi figur sentral Knicks sepanjang seri final wilayah. Ia terpilih sebagai Most Valuable Player (MVP) Final Wilayah Timur setelah mencatat rata-rata 25,5 poin, 7,8 assist, dan 3,3 rebound.

Pada laga penentuan, Brunson menyumbang 15 poin dan membantu Knicks meningkatkan catatan playoff mereka menjadi 12 kemenangan dan hanya dua kekalahan.

“Ini sangat berarti bagi saya, tetapi saya tidak akan berada di posisi ini tanpa rekan-rekan setim,” kata Brunson.

“Mereka memberi saya kepercayaan diri dan membiarkan saya menjadi diri sendiri. Yang paling penting, kami semua saling percaya dari atas sampai bawah.”

Menariknya, Brunson baru berusia dua tahun ketika Knicks terakhir kali tampil di Final NBA pada 1999, saat ayahnya masih menjadi pemain Knicks.

Rekan setimnya, Josh Hart, memuji kepemimpinan Brunson di ruang ganti. “Dia tidak membiarkan kami terlalu tinggi atau terlalu rendah,” ujar Hart.

“Semua orang ingin satu sama lain sukses. Semua orang rela berkorban demi tim. Itulah yang membuat sebuah tim menjadi hebat.”

Knicks langsung mendominasi pertandingan sejak awal. Mereka menutup kuarter pertama dengan laju 8-0 sebelum membuka kuarter kedua lewat rentetan 12 poin tanpa balas untuk unggul jauh 50-26.

Shamet menjadi pembeda pada momentum tersebut lewat dua tembakan tripoin penting, sementara Brunson dan Miles McBride turut menambah tripoin untuk memperbesar jarak.

Tripoin ketiga Shamet membawa Knicks unggul 61-32, margin terbesar mereka di babak pertama.

Dominasi New York berlanjut setelah jeda. Knicks memaksa Cavaliers melakukan 22 turnover yang berbuah 34 poin.

Pelatih Cavaliers, Kenny Atkinson, mengaku kecewa dengan performa timnya. “Saya kecewa untuk grup ini. Anda ingin memenuhi ekspektasi, dan hasil ini tentu mengecewakan,” ujarnya.

Donovan Mitchell menjadi pencetak angka terbanyak Cavaliers dengan 31 poin, tetapi gagal menyelamatkan timnya dari kekalahan telak.

Sementara itu, pelatih Knicks Mike Brown memuji mentalitas seluruh pemainnya.

“Setiap pemain di tim ini rela berkorban. Mereka punya semangat kompetitif, saling terhubung, saling percaya, dan saling menjaga akuntabilitas,” kata Brown.

Kini, New York tinggal selangkah lagi menuju impian besar: mengakhiri puasa gelar NBA yang telah berlangsung lebih dari lima dekade.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.