Arsenal Dihantui Trauma Lama Jelang Final Liga Champions kontra PSG
Rabu, 27 Mei 2026, 07:00 WIBLONDON, INGGRIS â Dari kartu merah fatal Jens Lehmann hingga gol legendaris âNayim from the halfway lineâ, Arsenal harus mengusir bayang-bayang kegagalan panjang di final kompetisi Eropa jika ingin menjuarai Liga Champions untuk pertama kalinya dalam sejarah klub.
Setelah memastikan gelar Liga Inggris pertama sejak 2004, tim asuhan Mikel Arteta kini bersiap menghadapi Paris Saint-Germain pada final Liga Champions di Puskas Arena, Sabtu mendatang.
Jika mampu membawa pulang trofi Liga Champions hanya 12 hari setelah mengunci gelar liga domestik, musim ini akan tercatat sebagai periode terbaik dalam sejarah panjang Arsenal.
Namun perjalanan menuju kejayaan Eropa masih dibayangi luka lama yang belum sepenuhnya hilang.
Sejak kapten legendaris Tony Adams mengangkat trofi Piala Winners pada tahun 1994 berkat kemenangan 1-0 atas Parma, Arsenal telah menelan empat kekalahan menyakitkan di final kompetisi antarklub Eropa.
Pada tahun 1995, Arsenal kembali tampil di final Piala Winners. Namun mereka kalah dramatis 1-2 dari Real Zaragoza setelah mantan pemain Tottenham Hotspur, Nayim, mencetak gol spektakuler dari jarak sekitar 40 meter pada menit akhir perpanjangan waktu.
Gol itu menjadi salah satu momen paling menyakitkan bagi pendukung Arsenal dan terus dikenang fans Tottenham lewat nyanyian terkenal âNayim from the halfway lineâ.
Lima tahun berselang, Arsenal yang dilatih Arsene Wenger tampil di final Piala UEFA menghadapi Galatasaray di Kopenhagen.
Meski diperkuat bintang seperti Thierry Henry dan Dennis Bergkamp, Arsenal gagal menembus pertahanan Galatasaray. Pertandingan berakhir tanpa gol sebelum klub Turki menang 4-1 melalui adu penalti.
Trauma terbesar mungkin terjadi pada final Liga Champions 2006 di Paris. Arsenal mencapai final pertama mereka di kompetisi tersebut, tetapi mimpi itu hancur setelah Lehmann mendapat kartu merah karena melanggar Samuel Eto'o di luar kotak penalti pada awal laga.
Meski bermain dengan 10 orang, Arsenal sempat unggul lewat gol Sol Campbell. Namun Barcelona bangkit melalui gol Etoâo dan Juliano Belletti untuk menang 2-1.
Kegagalan berikutnya datang pada final Liga Europa 2019 ketika Arsenal dibantai Chelsea 1-4 di Baku di bawah asuhan Unai Emery.
Kini, Arteta memiliki kesempatan menghapus seluruh luka tersebut sekaligus mengukir sejarah baru.
Pelatih asal Spanyol itu baru saja mengakhiri puasa trofi Arsenal selama enam tahun dengan membawa klub meraih gelar Liga Inggris ke-14.
Setelah kemenangan 2-1 atas Crystal Palace pada laga terakhir musim domestik, para pemain Arsenal merayakan keberhasilan mereka di sebuah restoran Mediterania di kawasan Mayfair, London.
Suasana pesta berlangsung hingga larut malam. Declan Rice bahkan terlihat menyanyikan lagu âIce Ice Babyâ, yang kini menjadi anthem fans Arsenal untuk sang gelandang.
Kapten Arsenal Martin Odegaard mengaku timnya sedang hidup dalam mimpi.
âSemua orang sangat bahagia. Kami sedang menjalani mimpi dengan memenangkan Liga Inggris dan berada di final Liga Champions,â kata Odegaard. âSekarang kami punya final besar. Jika kami bisa melakukannya, itu akan terasa luar biasa.â
Arteta sendiri berusaha menjaga fokus skuadnya di tengah euforia besar. âKami harus membiarkan energi itu mengalir. Melawan perasaan itu akan menjadi kesalahan besar,â ujar Arteta.
âKami sudah membicarakan apa yang harus dilakukan di Budapest dan bagaimana menggunakan energi luar biasa yang kami miliki menuju final. Kami tidak sabar menulis bab baru dalam sejarah klub dan memenangkan Liga Champions.â
Namun Arsenal menghadapi lawan yang sangat berbahaya. PSG datang sebagai juara bertahan dan musim lalu menyingkirkan Arsenal dengan agregat 3-1 di semifinal.
Meski begitu, Arteta percaya timnya kini hanya selangkah lagi menuju keabadian. âJika kami menang sekali lagi, kami adalah juara Eropa. Sesederhana itu,â katanya.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Masa Depan Leandro Trossard di Arsenal Masih Abu-Abu, Besiktas Ajukan Tawaran Verbal 322 Miliar Rupiah
-
Tanpa Izin Laik Fungsi, Gedung Akan Disegel
-
Reformasi PSG di era Luis Enrique Berbuah Manis sebagai Kampiun Eropa
-
Alarm untuk PSG: Luis Enrique Kecewa Berat Jelang Final Liga Champions
-
Final Liga Championa, Perkiraan Susunan Pemain Arsenal dan PSG
-
Tim-tim Besar Italia Absen di Liga Chamions, Termasuk AC Milan
-
Arteta vs Luis Enrique: Sahabat Lama, Rival di Final Liga Champions
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.