• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Perluas Manfaat, Dompet Dh...

Perluas Manfaat, Dompet Dhuafa Salurkan Kurban Daging Kaleng ke Palestina

Selasa, 26 Mei 2026, 13:45 WIB

JAKARTA - Dompet Dhuafa kembali menghadirkan berbagai inovasi program kurban pada Iduladha 1447 Hijriah/2026 Masehi. Lembaga filantropi Islam itu menghadirkan pilihan kurban unta, sapi raksasa berbobot lebih dari satu ton, hingga distribusi kurban internasional untuk wilayah konflik seperti Palestina.

Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa Ahmad Juwaini mengatakan, pihaknya terus berkomitmen memperluas manfaat kurban sejak pertama kali menjalankan program tersebut pada 1994. Tidak hanya menjangkau pelosok Indonesia, kurban juga diarahkan untuk membantu masyarakat terdampak konflik dan bencana di luar negeri.

Ket. Foto: Dompet Dhuafa kembali menghadirkan berbagai inovasi program kurban pada Iduladha 1447 Hijriah/2026 Masehi. Lembaga filantropi Islam itu menghadirkan pilihan kurban unta, sapi raksasa berbobot lebih dari satu ton, hingga distribusi kurban internasional untuk wilayah konflik seperti Palestina. — Sumber: Istimewa

Menurut Ahmad, Dompet Dhuafa telah menyiapkan skema distribusi kurban ke Palestina melalui Mesir. Salah satu langkah yang dilakukan ialah menyiapkan fasilitas pengalengan daging kurban agar manfaatnya bisa dirasakan lebih lama oleh masyarakat Palestina.

"Ini bagian dari dukungan Dompet Dhuafa untuk Palestina. Karena batasan bantuan itu semakin ketat, maka kami ikut dalam misi Global Sumud Flotilla," ujar Ahmad Juwaini dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (25/5).

"Inti dari kurban itu adalah berkorban. Jadi, intinya kita menukar hal yang kita miliki, termasuk harta kita untuk kecintaan kepada Allah SWT," tambah dia.

Penjelasan tersebut diperkuat Muhammad Zahron yang baru kembali dari Mesir setelah menyiapkan distribusi bantuan untuk Gaza melalui jalur Rafah. Ia mengatakan, pengalengan daging dipilih agar distribusi kurban lebih efektif dan dapat disimpan lebih lama di tengah keterbatasan akses bantuan kemanusiaan.

"Kami mengupayakan kurban untuk Palestina lebih panjang pendistribusiannya, maka kami memilih pengalengan sebagai salah satu distribusi kurban di Palestina," kata Zahron.

"Tentu nikmat daging kurban dapat dinikmati lebih lama lagi oleh masyarakat Palestina," lanjut dia.

Tahun ini, Dompet Dhuafa menargetkan distribusi 43 ribu hewan kurban setara domba dan kambing ke berbagai wilayah Indonesia serta luar negeri. Wilayah Aceh dan Sumatra Utara menjadi prioritas karena sebelumnya terdampak bencana.

Ketua Kurban 1447 H Dompet Dhuafa Ali Bastoni menjelaskan, program kurban tahun ini memiliki dua fokus utama. Yakni distribusi ke pelosok negeri dan penyaluran ke negara-negara konflik.

"Kami punya dua kriteria besar di kurban kali ini. Yaitu pendistribusian kurban di pelosok negeri dan penyaluran ke negara-negara yang tengah berkonflik," ujar Ali.

Ia menambahkan, minat masyarakat terhadap program kurban ke wilayah terdampak bencana cukup tinggi. Bahkan, kuota kurban untuk Aceh dan Sumatra Utara disebut sudah habis terjual.

Selain memperluas distribusi, Dompet Dhuafa juga menghadirkan program Kurban Express yang menawarkan sapi berbobot super atau sapi raksasa. Program tersebut menjadi salah satu pilihan favorit masyarakat yang ingin berkurban dengan bobot hewan lebih besar.

Publik figur Indro Warkop DKI yang hadir dalam konferensi pers mengaku telah beberapa tahun mempercayakan kurbannya melalui Dompet Dhuafa. Menurut dia, lembaga tersebut memiliki sistem distribusi yang jelas dan mampu menjangkau wilayah pelosok hingga luar negeri.

"Saya akhirnya memilih Dompet Dhuafa karena mereka berjalan melalui agama. Ketika Dompet Dhuafa melakukan itu, saya merasa puas karena sampai kepada yang membutuhkan," ujar Indro.

Dalam kesempatan yang sama, Dompet Dhuafa juga menghadirkan dua relawan yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 menuju Palestina. Mereka membagikan pengalaman saat mengalami penyiksaan setelah ditahan pasukan Israel.

Relawan Dompet Dhuafa Ronggo Wirasanu mengaku mengalami intimidasi dan penyiksaan selama masa penahanan. Meski demikian, ia menegaskan perjuangan kemanusiaan untuk Palestina harus terus dilanjutkan.

"Penyiksaan itu hadir di setiap pintu transit. Baik itu pukulan, dan penyiksaan lainnya kami terima," ungkap Ronggo.

Sementara itu, relawan lainnya Herman Budianto mengaku mendapat perlakuan lebih keras setelah petugas memeriksa media sosial miliknya. Meski mengalami tekanan fisik, ia menilai perjuangan untuk Palestina tetap harus dijaga.

"Tapi yang paling penting perjuangan ini terus menjaga asa perjuangan untuk kemerdekaan Palestina," ujar Herman.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.