Stasiun Manggarai Jadi Simpul Utama Integrasi KRL hingga LRT Jakarta
📅 Kamis, 21 Mei 2026, 17:50 WIB | Oleh: Paundra ZakirullohJAKARTA - PT Kereta Api Indonesia atau KAI terus memperkuat integrasi transportasi publik di kawasan Manggarai sebagai bagian dari pengembangan konektivitas antarmoda di wilayah perkotaan. Kawasan Manggarai kini berkembang menjadi salah satu simpul mobilitas utama di Jabodetabek yang menghubungkan perjalanan KRL, Commuter Line Bandara, Transjakarta, terminal, hingga rencana pengembangan LRT Jakarta Fase 1B.
Penguatan integrasi tersebut dilakukan seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap sistem transportasi publik yang saling terhubung dan efisien. Kawasan Manggarai dinilai memiliki peran strategis karena menjadi titik perpindahan perjalanan terbesar bagi masyarakat dari wilayah penyangga menuju pusat aktivitas di Jakarta.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengatakan integrasi antarmoda menjadi bagian penting dalam menciptakan perjalanan yang lebih cepat dan nyaman bagi masyarakat urban. Menurutnya, konektivitas antarmoda yang baik dapat meningkatkan efektivitas waktu perjalanan sekaligus mendorong penggunaan transportasi publik.
"Integrasi antarmoda di Manggarai menjadi bagian penting dalam membangun perjalanan yang lebih efisien, terhubung, dan mudah dijangkau masyarakat. Ketika perpindahan antarmoda semakin lancar, waktu perjalanan masyarakat dapat menjadi lebih efektif dan penggunaan transportasi publik juga semakin meningkat," ujar Anne dalam keterangannya.
Data KAI menunjukkan jumlah pelanggan KRL yang melalui simpul Manggarai terus berada pada angka tinggi dalam tiga tahun terakhir. Pada 2023 tercatat sebanyak 5,14 juta pelanggan, meningkat menjadi 5,57 juta pelanggan pada 2024, dan mencapai 5,45 juta pelanggan pada 2025.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, pada periode Januari hingga April 2026, volume pelanggan KRL yang melintas di kawasan Manggarai tercatat mencapai 1,8 juta pelanggan. Angka tersebut memperlihatkan kuatnya posisi Manggarai sebagai pusat mobilitas masyarakat perkotaan.
Selain KRL, layanan Commuter Line Bandara juga menunjukkan tren pertumbuhan positif. Jumlah pelanggan Commuter Line Bandara meningkat dari 1,97 juta pelanggan pada 2023 menjadi 2,24 juta pelanggan pada 2024, lalu kembali naik menjadi 2,34 juta pelanggan pada 2025.
Pada Januari hingga April 2026, layanan Commuter Line Bandara telah melayani sebanyak 837.778 pelanggan. Khusus di Stasiun Manggarai, volume pelanggan layanan tersebut tercatat mencapai 161.074 pelanggan selama empat bulan pertama tahun ini.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pengembangan integrasi kawasan Manggarai juga akan diperkuat melalui proyek LRT Jakarta Fase 1B rute Velodrome–Manggarai. Jalur sepanjang 6,4 kilometer tersebut direncanakan memiliki lima stasiun dan ditargetkan mampu melayani hingga 100 ribu pelanggan per hari setelah beroperasi.
Dalam konsep pengembangannya, kawasan Manggarai akan diintegrasikan melalui tiga zona utama yang menghubungkan halte Transjakarta, Terminal Manggarai, hingga area concourse Stasiun Commuter Line Bandara dan Stasiun Manggarai. Konsep tersebut dirancang untuk menciptakan konektivitas perjalanan tanpa hambatan antarmoda.
Anne menilai keberhasilan sistem transportasi publik perkotaan sangat ditentukan oleh kemudahan masyarakat dalam berpindah moda transportasi. Karena itu, integrasi transportasi menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan mobilitas urban di kawasan metropolitan yang terus berkembang.
"Transportasi publik akan semakin efektif ketika setiap moda dapat saling terhubung dengan baik. Integrasi di Manggarai diharapkan dapat memperkuat peran transportasi massal sebagai pilihan mobilitas masyarakat yang efisien, aman, dan mampu menjangkau lebih banyak kawasan aktivitas," kata Anne.
KAI berharap penguatan integrasi di Manggarai dapat mempercepat perpindahan pelanggan antarlayanan transportasi, memperluas akses masyarakat menuju pusat ekonomi dan layanan publik, serta mendukung pengurangan kemacetan di kawasan perkotaan Jakarta dan sekitarnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!