Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Targetkan Kapasitas 500MW, Digital Edge Siapkan Kampus Pusat Data Hyperscale Khusus AI

📅 Senin, 16 Mar 2026, 14:59 WIB | Oleh:
Targetkan Kapasitas 500MW, Digital Edge Siapkan Kampus Pusat Data Hyperscale Khusus AI Doc: Digital Edge
Ket. Maket dari Kampus CGK. Digital Edge amankan pembiayaan hijau terbesar di Indonesia senilai 665 juta dollar AS untuk pengembangan Kampus CGK 500MW siap-AI di GIIC, Bekasi.

JAKARTA– Digital Edge hari ini resmi mengumumkan keberhasilan penutupan pembiayaan hijau (green financing) senilai 665 juta dollar AS atau setara lebih dari 10 triliun rupiah. Dana ini akan dialokasikan untuk mendukung pengembangan fase pertama dari Kampus CGK, sebuah pusat data berkapasitas total 500MW yang berlokasi di Kawasan Industri GIIC, Bekasi.

Investasi masif ini merupakan bagian dari rencana pembangunan multi-fase senilai total 4,5 miliar dollar AS Proyek ini memproyeksikan Kampus CGK sebagai salah satu fasilitas pusat data hyperscale siap-AI (AI-ready) terbesar di Indonesia.

Pembiayaan tersebut dilaksanakan di bawah Kerangka Pembiayaan Hijau (Green Financing Framework) milik Digital Edge. Ini tercatat sebagai pembiayaan hijau terbesar yang pernah digunakan untuk proyek pusat data di Indonesia, sejalan dengan ambisi perusahaan mencapai karbon netral pada 2030.

Infrastruktur Digital dan Pembiayaan Berkelanjutan

Di tengah percepatan transformasi digital nasional, permintaan terhadap kapasitas pusat data, layanan cloud, dan infrastruktur AI terus melonjak. Pembiayaan hijau berskala besar ini mendukung penerapan Taksonomi Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI) serta komitmen pemerintah menuju Net Zero 2060.

Besaran nilai investasi ini mencerminkan tingginya kepercayaan lembaga keuangan global maupun nasional terhadap potensi Indonesia sebagai pusat pertumbuhan ekosistem digital berkelanjutan di kawasan Asia Pasifik.

Desain Ramah Lingkungan untuk Beban Kerja AI

Kampus CGK dirancang khusus untuk mendukung beban kerja AI dan aplikasi intensif data dengan performa tinggi namun tetap hemat energi. Fasilitas ini menargetkan Power Usage Effectiveness (PUE) tahunan sebesar 1,25.

Keunggulan desain fasilitas ini meliputi: sistem daur ulang air double-loop dari kawasan GIIC, rencana integrasi energi terbarukan, dan target sertifikasi LEED (Leadership in Energy and Environmental Design).

Dukungan Lembaga Keuangan Terkemuka

Proyek ini didukung oleh konsorsium lembaga keuangan besar yang bertindak sebagai Mandated Lead Arrangers, meliputi BNP Paribas, Clifford Capital, Crédit Agricole CIB, DBS, Mizuho, OCBC, PT Bank Central Asia Tbk, dan SMBC.

Adapun Crédit Agricole CIB, DBS, dan PT Bank Central Asia Tbk berperan sebagai Green Facility Coordinators.

Jonathan Walbridge, Chief Financial Officer Digital Edge, menyatakan, mulai dari memberdayakan bisnis dengan infrastruktur digital berperforma tinggi hingga menghadirkan solusi inovatif yang mereduksi dampak lingkungan, pembiayaan ini menegaskan kepemimpinannya.

“Pencapaian ini terwujud berkat dukungan kuat mitra pembiayaan kami yang berbagi komitmen terhadap pertumbuhan yang bertanggung jawab,” tuturnya melalui keterangannya pada hari Senin (16/3).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog denga...
Luar Negeri
PBB Serukan Negara-negara T...

Wabah Ebola Tewaskan Lebih dari 4.000 Warga di Kongo

25 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Wabah Ebola Tewaskan Lebih ...
Daerah
Anggaran PUPR Karawang Masi...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.