BKKBN: Perang Lawan “Stunting” demi Jaga Masa Depan Jendela Emas

Rabu, 20 Mei 2026, 21:26 WIB

JAKARTA - Indonesia kini berada di persimpangan sejarah pembangunan nasional. Bangsa ini akan menikmati momentum bonus demografi mendatang. Kondisi tersebut sering disebut sebagai "Jendela Emas" pembangunan. Hal itu diungkapkan oleh Sekretaris BKKBN, Budi Setiyono.

"Bonus demografi tidak otomatis menjadi berkah bagi kita. Ia memberikan manfaat jika ditopang manusia sehat," ujar dia.

Ket. Foto: — Sumber: BKKBN

Menurut Budi, stunting merupakan tantangan serius bangsa ini. Isu tersebut tidak boleh dipandang sebagai masalah kesehatan semata.

"Anak-anak stunting menghadapi hambatan pertumbuhan fisik nyata. Mereka juga berisiko mengalami gangguan perkembangan kognitif," kata dia.

Kondisi ini dapat menghambat kemampuan negara memanfaatkan bonus demografi. Penurunan angka stunting merupakan investasi strategis lahirnya generasi unggul.

"Jika hari ini gagal, kita mempertaruhkan kualitas masa depan. Persoalan stunting tidak dapat diselesaikan secara sektoral semata," ucap Budi.

Penanganan stunting membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Keterlibatan seluruh elemen masyarakat juga menjadi kunci utama kesuksesan.

"Faktor penyebab stunting sangat kompleks bagi keluarga. Upaya pencegahan harus dilakukan sejak dini sebelum kehamilan," ucap Budi.

Kemendukbangga menginisiasi Program GENTING sejak tahun lalu. Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting menghadirkan pendekatan kolaboratif masyarakat.

"GENTING membangun kesadaran kolektif pencegahan stunting bersama. Pendekatan gotong royong ini penting karena berdimensi sosial kuat," ucap Budi.

"Perang melawan stunting adalah perjuangan menjaga masa depan kita. Menjaga komitmen berarti menjaga harapan kemajuan bangsa." ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.