- Home
-
- Luar Negeri
-
- Presiden Korea Selatan Tur...
Presiden Korea Selatan Turun Tangan, Mogok 47 Ribu Karyawan Samsung Mengancam Ekonomi
Senin, 18 Mei 2026, 16:35 WIBSeoul - Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung pada Senin (18/5), menyerukan agar hak pekerja dan manajemen sama-sama dihormati di tengah ancaman mogok kerja selama 18 hari di Samsung Electronics.
Dalam pernyataannya di media sosial X, Lee menegaskan bahwa keseimbangan antara kepentingan buruh dan perusahaan harus dijaga.
âPekerja harus dihormati sebagaimana perusahaan dihormati, dan hak manajemen perusahaan harus dihormati sebagaimana hak pekerja,â tulis Lee.
Dikutip dari CNBC, Lee juga mengingatkan bahwa sikap berlebihan dari kedua pihak dapat memperburuk situasi.
âHal yang berlebihan tidak membawa manfaat; sikap ekstrem justru akan berbalik merugikan,â katanya.
Pernyataan Lee menambah tekanan dari pemerintah Korea Selatan agar Samsung dan serikat pekerja segera mencapai kesepakatan sebelum aksi mogok yang dijadwalkan dimulai pada 21 Mei.
Putaran terakhir negosiasi antara serikat pekerja dan manajemen Samsung dijadwalkan berlangsung pada Senin.
Serikat pekerja menuntut perubahan sistem bonus berbasis kinerja di Samsung. Mereka meminta bonus sebesar 15 persen dari laba operasional perusahaan, penghapusan batas maksimal bonus, serta pembentukan sistem bonus yang lebih jelas dan permanen.
Sementara itu, manajemen Samsung menawarkan bonus sebesar 10 persen dari laba operasional serta kompensasi khusus satu kali kepada pekerja.
Di tengah perkembangan tersebut, saham Samsung Electronics sempat melonjak hingga 6,65 persen pada perdagangan Senin sebelum memangkas penguatan menjadi sekitar 3 persen.
Pemerintah Khawatir Dampak Ekonomi
Perdana Menteri Korea Selatan Kim Min-seok sebelumnya memperingatkan pemerintah akan mengambil langkah darurat jika mogok kerja berpotensi menimbulkan kerugian besar bagi ekonomi nasional.
Menurut Kim, pemerintah dapat memberlakukan âpenyesuaian daruratâ sesuai hukum ketenagakerjaan Korea Selatan untuk menangguhkan aksi mogok hingga 30 hari apabila dinilai mengganggu ekonomi dan kehidupan masyarakat.
Ia menyebut negosiasi Senin menjadi peluang terakhir untuk mencegah aksi mogok besar-besaran.
âKerugian ekonomi yang akan kita hadapi bisa di luar imajinasi,â ujar Kim.
Pemerintah memperkirakan kerugian langsung akibat mogok kerja dapat mencapai 1 triliun won atau sekitar 664 juta dolar AS. Nilai kerugian bahkan disebut bisa melonjak hingga 100 triliun won jika gangguan produksi chip memaksa Samsung membuang wafer semikonduktor yang sedang diproses.
Namun, serikat pekerja Samsung membantah dampak mogok akan sebesar itu. Mereka menilai penghentian produksi sebelumnya juga pernah terjadi akibat inspeksi peralatan, perawatan mesin, dan penyesuaian proses produksi.
Serikat pekerja juga menuding pemerintah terlalu fokus pada klaim manajemen dan tidak mempertimbangkan argumentasi dari pihak buruh.
Samsung Electronics sendiri memiliki peran besar terhadap ekonomi Korea Selatan. Perusahaan itu menyumbang sekitar 22,8 persen ekspor nasional dan 26 persen kapitalisasi pasar saham Korea Selatan.
Kantor Presiden Korea Selatan juga menyebut pendapatan Samsung Electronics setara sekitar 12,5 persen produk domestik bruto (PDB) negara tersebut.
Para analis sebelumnya telah mengingatkan tingginya ketergantungan ekonomi Korea Selatan terhadap sejumlah perusahaan besar, termasuk Samsung, dapat meningkatkan risiko volatilitas pasar dan guncangan geopolitik global.
Menteri Keuangan Korea Selatan Koo Yun Cheol pekan lalu juga meminta aksi mogok di Samsung tidak sampai terjadi.
âSamsung Electronics adalah perusahaan penting yang menjadi perhatian dunia,â katanya.
Sementara itu, Chairman Samsung Lee Jae-yong pada Sabtu lalu menyampaikan permintaan maaf terbuka kepada pelanggan global karena telah menimbulkan âkekhawatiran dan kecemasanâ.
Serikat pekerja menyebut lebih dari 47 ribu pekerja berpotensi ikut dalam aksi mogok tersebut.
Mereka juga mengklaim aksi unjuk rasa pada 23 April yang diikuti sekitar 40 ribu pekerja menyebabkan produksi foundry turun 58 persen dan produksi memori Samsung turun 18 persen dalam sehari.
Serikat pekerja memperkirakan mogok kerja selama 18 hari dapat menimbulkan kerugian hingga 30 triliun won atau sekitar 20 miliar dolar AS bagi Samsung.
- Samsung Electronics
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: AFP
Berita Terkait:
-
Rabu Besok BMKG Prakirakan Sebagian Besar Wilayah Jakarta Berawan
-
Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang. Minta Pesantren Segera Nikmati Program Makan Bergizi Gratis
-
Jalur Pantura Siaga, 109 SPBU Cirebon Buka 24 Jam, Pertamina Siapkan Mobil Tangki Cadangan!
-
OJK Janjikan Insentif, Lembaga Keuangan Siap Banjiri UMKM dengan Kredit?
-
Ibu di Tengah Zaman Baru
-
Wamen Ekraf Dorong Kreator Indonesia Tingkatkan Kepercayaan Diri
-
DPRD DKI Jakarta Usulkan Manggarai Jadi Kawasan Prioritas Keamanan Terpadu
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.