Jakpreneur Luncurkan Gang Dagang, UMKM Jakarta Kini Belajar Bisnis Lewat Gim

Senin, 18 Mei 2026, 17:25 WIB

Jakarta - Jakpreneur mempercepat transformasi digital pelaku UMKM melalui peluncuran platform gim simulasi bisnis bernama Gang Dagang.

Program yang digagas Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta itu dirancang untuk membantu pelaku UMKM memahami pengelolaan keuangan usaha secara praktis lewat pengalaman bermain interaktif berbasis web.

Ket. Foto: Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekda DKI Jakarta, Suharini Eliawati (kanan bersama Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) Provinsi DKI Jakarta Elisabeth Ratu Rante Allo di Jakarta, Senin (18/5). — Sumber: Antara

Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekda DKI Jakarta Suharini Eliawati mengatakan banyak pelaku UMKM masih mencampur keuangan usaha dengan kebutuhan rumah tangga sehingga menyulitkan pengelolaan bisnis.

“Melalui peluncuran Gang Dagang ini diharapkan (UMKM) memiliki kebiasaan mencatat keuangan, entah itu keuangan rumah tangga dipisahkan dengan keuangan usaha,” kata Suharini di Jakarta, Senin (18/5).

Menurut dia, melalui platform tersebut pelaku usaha akan mendapat edukasi mengenai pengelolaan modal, keuntungan, hingga pemisahan kebutuhan pribadi dan bisnis.

Pemprov DKI Jakarta juga mendorong UMKM memanfaatkan digitalisasi transaksi melalui QRIS dan platform digital guna memperluas pasar usaha.

Saat ini tercatat sekitar 400 ribu UMKM menjadi binaan Jakpreneur di Jakarta.

Suharini juga mengingatkan pentingnya menjaga kualitas produk, mulai dari kemasan, pelayanan, hingga transparansi bahan kepada konsumen.

Sementara itu, Direktur PT Netzme Kreasi Indonesia Vicky G Saputra mengatakan Gang Dagang dikembangkan untuk membangun kebiasaan pengelolaan keuangan dan digitalisasi usaha secara berkelanjutan.

Menurut dia, metode pembinaan konvensional seperti seminar dan workshop dinilai belum cukup efektif mengubah perilaku pelaku UMKM dalam mengelola usaha.

Karena itu, Gang Dagang dikembangkan selama hampir enam bulan melalui riset dan diskusi mendalam.

Platform tersebut juga dilengkapi sistem penilaian dan insentif bagi UMKM yang aktif mengikuti pembelajaran dan menerapkan transaksi digital.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.