Tim SAR Jepang Intensifkan Pencarian Korban Gempa

Kamis, 30 Jul 2026, 02:40 WIB

KUMAMOTO - Tim penyelamat pada Rabu (29/7) masih terus mencari korban selamat yang terjebak di bawah reruntuhan pusat perbelanjaan di Kota Kashima di Prefektur Kumamoto, Jepang, yang runtuh akibat guncangan gempa dahsyat pada hari sebelumnya.

Upaya penyelamatan menjadi sulit karena tak lama setelah gempa bumi terjadi ledakan di pusat perbelanjaan tersebut kemungkinan disebabkan oleh kebocoran gas.

Ket. Foto: Warga yang mengungsi di sebuah penampungan di Kota Uki di Prefektur Kumamoto, Jepang, menyaksikan tayangan berita yang melaporkan kerusakan akibat gempa dahsyat pada Rabu (29/7). Hingga Rabu malam dilaporkan sedikitnya 13 tewas akibat gempa dahsyat yang terjadi pada Selasa (28/7). — Sumber: AFP/Philip FONG

Tim penyelamat berjuang menembus reruntuhan pusat perbelanjaan Jepang yang luluh lantak pada Rabu untuk mencari korban selamat yang terjebak setelah gempa besar menewaskan sedikitnya 13 orang.

Sebuah ledakan dahsyat terjadi di pusat perbelanjaan itu sekitar 50 menit setelah gempa dengan kekuatan 7,1 skala Richter mengguncang wilayah Kumamoto bagian barat daya, tempat pada tahun 2016 terjadi dua gempa kembar yang menewaskan hampir 300 orang.

Gempa dahsyat di Pulau Kyushu itu menyebabkan kerusakan meluas, meratakan rumah-rumah, memicu kebakaran, dan membuat puluhan ribu penduduk kehilangan aliran listrik dan air.

Akio Yoshida, presiden operator mal Aeon, mengatakan tiga orang tewas di pusat perbelanjaan yang dikelolanya di Kota Kashima, dengan kemungkinan ada satu korban jiwa lagi dan tiga orang lainnya masih belum ditemukan.

“Penyebab (ledakan) masih diselidiki, tetapi kemungkinan besar itu disebabkan oleh kebocoran gas,” kata Keiji Ohno, seorang eksekutif Aeon lainnya, dalam konferensi pers di mana ia membungkuk sebagai tanda permintaan maaf bersama staf lainnya.

Lima orang juga dipastikan tewas dan empat lainnya masih hilang di pabrik Nippon Paper Industries di Kota Yatsushiro, setelah cerobong asap di pabrik itu runtuh, kata seorang pejabat pemerintah kepada AFP.

“Kerusakan yang luas telah dikonfirmasi, termasuk korban jiwa, bangunan yang runtuh, kebakaran, dan kerusakan jalan,” kata Perdana Menteri Sanae Takaichi di Tokyo saat mengumumkan 13 korban jiwa, seraya menekankan perlunya pemerintah berpacu dengan waktu untuk membantu mereka yang terkena dampak.

Juru bicara pemerintah, Minoru Kihara, mengatakan bahwa hingga Rabu pagi, lebih dari 9.000 orang telah mencari perlindungan di 506 tempat penampungan di tiga wilayah Pulau Kyushu.

“Sekitar 130 polisi, 450 petugas pemadam kebakaran, dan 170 personel militer terlibat dalam operasi penyelamatan di Aeon Mall Kumamoto,” kata dia.

Rekaman dari dalam mal menunjukkan para petugas penyelamat dengan pakaian pelindung berwarna oranye dan helm putih menyusuri tumpukan baja yang bengkok, kabel yang menjuntai, dan potongan-potongan langit-langit.

Laporan awal menyebutkan bahwa sebanyak 20 hingga 30 orang terjebak di dalam mal tersebut.

Akibat gempa, sekitar 31.200 rumah tangga dan fasilitas masih tanpa aliran listrik pada Rabu pagi, sementara 84.000 rumah mengalami gangguan pasokan air, kata para pejabat. Sementara tayangan berita di televisi memperlihatkan orang-orang mengantre untuk mendapatkan bensin dan air minum.

Cincin Api Pasifik

Jepang adalah salah satu negara yang paling aktif secara seismik di dunia, terletak di atas empat lempeng tektonik utama di sepanjang tepi barat Cincin Api Pasifik.

Kumamoto pernah dilanda dua gempa bumi dahsyat pada tahun 2016, yang menewaskan 273 orang dan melukai lebih dari 2.800 orang.

Kepulauan ini, yang merupakan rumah bagi sekitar 125 juta orang, biasanya mengalami ratusan guncangan setiap tahun dan menyumbang sekitar 18% dari gempa bumi di dunia. Namun sebagian besar gempa bumi di sana bersifat ringan, meskipun kerusakan yang ditimbulkannya bervariasi tergantung pada lokasi dan kedalaman di bawah permukaan bumi tempat gempa tersebut menghantam.

Jepang dihantui oleh kenangan gempa bawah laut dahsyat berkekuatan 9,0 skala Richter pada tahun 2011, yang memicu tsunami yang menewaskan atau menyebabkan sekitar 18.500 orang hilang dan menghancurkan pembangkit nuklir Fukushima. AFP/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

Berita Terbaru

Jangan Asal Pakai AI! Wamenkomdigi Soroti Risiko di Sektor Keuangan

BPJS Ketenagakerjaan Genjot Kepesertaan Pekerja Informal Lewat 3R

Amankan Ajang Merdeka Run di Jakarta, Polda Metro Jaya Siagakan 784 Personel

Sabtu, Samsat Keliling Polda Metro Jaya Hanya Buka di Depok, Tangerang dan Bekasi

Kemenpar Pasang Target Besar: Dieng Culture Festival Harus Bikin Wisata RI Makin Mendunia

Harga Emas Antam pada Sabtu (29/8) Anjlok Rp48.000 Menjadi Rp2,670 Juta/Gr

Dinas Pertanian Sumatera Selatan Sosialisasi Juknis Penyaluran Pupuk Subsidi ke Penyuluh

Terdata Desil 9, BPS Perbarui Data Warga Kulon Progo Timbul Jadi Desil 3

Komit Lestarikan Lingkungan, PT Angkasa Pura Tanam 14.000 Mangrove di Kubu Raya

Peter Cullen, Pengisi Suara Optimus Prime Meninggal Dunia di Usia 85 Tahun

Jumlah Korban Tewas Akibat Banjir Bandang di Perbatasan Nepal-Tiongkok Terus Bertambah

Sudin Kesehatan Kepulauan Seribu Perkuat Tracing TB melalui Program CKG

Tiongkok Ingatkan Risiko Bencana Longsor Lanjutan di Perbatasan Nepal

Mulai Hari Ini, Draf PPHN Bisa Diakses Publik di Laman Resmi MPR RI

Rekomendasi Acara Akhir Pekan di Jakarta: Ada Pertunjukan Tari Balet di TIM hingga Pameran Wastra Nusantara di Museum Tekstil

Jaga Stabilitas Harga, Perum Bulog Sumut Siap Salurkan Beras SPHP dan Minyakita

Pemprov Sumut Terus Antisipasi Lonjakan Harga Daging Ayam Ras Tembus Rp50.000/Kg

Pameran Antropologi dan Fotografi Malangan Hadir di Museum Seni Rupa dan Keramik Jakarta, Catat Tanggalnya!

Pergelangan Kaki Bermasalah, Carlos Baleba Harus Absen Tiga Pekan

Tayang 1 Oktober, Film "Lobang Buaya" Garapan Hanung Bramantyo Berlatar Peristiwa Kelam Tahun 1965

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.