• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Tiga Alat Sederhana Penyel...

Tiga Alat Sederhana Penyelamat Nyawa Anda di Hutan dan Laut, SAR Ingatkan Ini!

Minggu, 24 Mei 2026, 18:40 WIB

NATUNA, KEPULAUAN RIAU - Kantor SAR Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), mengingatkan masyarakat yang beraktivitas di laut maupun hutan agar selalu membawa perlengkapan sederhana seperti peluit, senter, dan cermin, untuk menunjang keselamatan.

Kepala SAR Natuna Abdul Rahman saat dikonfirmasi dari Natuna, Minggu (24/5), mengatakan kondisi alam di wilayah Natuna dapat berubah sewaktu-waktu sehingga masyarakat perlu meningkatkan kesiapan sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan, terutama di laut dan kawasan hutan.

Ket. Foto: Ilustrasi gambar peralatan sederhana penunjang keselamatan. — Sumber: ANTARA/Muhamad Nurman

Menurut dia, benda-benda sederhana tersebut memiliki peran penting dalam membantu proses pencarian dan penyelamatan saat kondisi darurat terjadi.

“Peluit, senter, dan cermin, dapat menjadi alat komunikasi darurat ketika seseorang mengalami musibah atau tersesat,” ucapnya.

Ia menjelaskan dalam kondisi darurat, sinyal bahaya dapat disampaikan menggunakan peluit maupun cahaya untuk mempermudah tim penyelamat menemukan lokasi korban lebih cepat atau menjadi penanda bahwa seseorang sedang berada dalam situasi genting dan membutuhkan pertolongan.

Kode darurat dengan menggunakan ketiga alat itu dinilai lebih efektif karena bersifat umum, sehingga dapat dipahami oleh siapa saja tanpa bergantung pada bahasa maupun jaringan komunikasi.

Peluit merupakan kode yang bisa ditangkap melalui pendengaran. Untuk penggunaannya, sinyal darurat disampaikan melalui bunyi dengan pola tiga kali tiupan pendek, tiga kali tiupan panjang, lalu tiga kali tiupan pendek lagi.

Melalui pola tersebut, tim penyelamat maupun orang di sekitar dapat mengetahui bahwa ada seseorang yang sedang meminta pertolongan atau berada dalam kondisi darurat.

Sementara itu senter dan cermin digunakan sebagai sinyal darurat melalui cahaya yang dapat ditangkap dengan penglihatan.

Cahaya senter dapat digunakan pada malam hari atau saat kondisi berkabut. Sedangkan cermin dimanfaatkan untuk memantulkan cahaya matahari, bulan, atau sumber cahaya lain ke arah sekitar maupun ke udara sebagai penanda lokasi.

Pola isyarat yang diberikan mirip dengan bunyi, yakni tiga kali kedipan cahaya pendek, tiga kali panjang dan kembali pada kedipan pendek.

“Jika hanya menggunakan suara dengan berteriak meminta tolong, itu tidak terlalu efektif karena biasanya hanya terdengar sekitar 50 meter dan bisa tertutup suara ombak laut maupun angin. Selain itu penggunaan alat seperti peluit juga tidak membutuhkan banyak tenaga,” katanya.

Selain membawa perlengkapan sederhana tersebut, masyarakat juga diingatkan untuk menyiapkan alat keselamatan lain, seperti pelampung dan radio komunikasi saat melaut.

Ia menyampaikan pemberitahuan rencana perjalanan kepada keluarga atau kerabat sebelum berangkat, baik saat pergi melaut maupun masuk ke kawasan hutan, juga merupakan hal penting lain yang perlu dilakukan.

Hal tersebut nantinya akan menjadi informasi penting bagi tim penyelamat, karena lokasi terakhir korban dapat diketahui dan dijadikan dasar dalam menentukan area pencarian oleh tim SAR.

“Pastikan peralatan dalam kondisi baik dan hindari beraktivitas seorang diri. Kesiapan sebelum berangkat sangat penting untuk mengurangi risiko saat terjadi keadaan darurat,” ujar Abdul Rahman. Ant

  • Alat Penyelamat

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Opik

Berita Terbaru

Tradisi Pasar Jajan, Kearifan Lokal Pekalongan Cermin Semangat Gotong Royong

Rantai Makanan Rusak, Harimau Terancam Masuk Permukiman dan Kehilangan Mangsa

Fantastis! Ribuan Robot Humanoid Bakal Adu Kemampuan di World Humanoid Robot Games

Piala Super Jerman Jatuh ke Tangan Muenchen

Hati-hati! Sindikat Pemalsuan Uang di Tangsel Hendak Edarkan ke Bank, Ini Modusnya

UMKM Tegal Punya Harapan Baru, OJK Perkuat Akses Pembiayaan

Awal yang Baik bagi Madrid Bersama Mourinho Usai Tundukkan Espanyol

Program-program Unggulan Gorontalo akan Menuju Laut

Banjarmasin 5 Abad, Festival Tari Jadi Cara Rawat Tradisi Banjar

NU Menegaskan akan Menolak Penggunaan Uang dalam Muktamar. Politik Uang Itu Moral Bobrok

Jangan Tertipu! BP3MI Sulsel Ingatkan Warga Pilih Jalur Resmi Kerja di Luar Negeri

Awal yang Cantik di Periode Kedua, Mourinho bawa Madrid Kalahkan Espanyol 2-1

Lima Mahasiswa UI Bikin Gebrakan di AS, Jadi Satu-satunya Tim S-1 di Program Geosains Dunia

Mandi di Pantai Tuturuga Berujung Petaka, 4 Orang Terseret Ombak

Niat Awal Ingin Inspeksi, GM Pelindo Maumere Justru Berjibaku Selamatkan Korban Gempa Jatuh ke Laut

Hebat Prestasi Mendunia! Lima Mahasiswa UI Tembus Program Geosains di Houston

Jalan Layang Bomang Buka Akses Warga Bojonggede dan Parung Langsung ke Cibinong

Pemkot Pariaman dan KKP Koordinasi Realisasikan Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih

Beras Indonesia Surplus 3,67 Juta Ton, Kok Harga di Daerah Masih Bisa Rp30 Ribu?

Inter Milan Rekrut Curtis Jones dari Liverpool, Kontrak hingga 2031

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.