4 Strategi Quiet Investing untuk Capai Target Keuangan 2026
📅 Senin, 18 Mei 2026, 18:55 WIB | Oleh: Haryo BronoJAKARTA— Di tengah kondisi ekonomi yang masih dinamis pada 2026, menjaga stabilitas keuangan saja belum cukup. Setelah memastikan kebutuhan harian, dana darurat, dan arus kas tetap aman, masyarakat juga perlu mulai memikirkan strategi investasi yang minim drama agar target keuangan pada 2026 dapat tercapai.
Head of Wealth Management Maybank Indonesia, Aliang Sumitro, menuturkan bahwa pergerakan pasar saat ini tidak selalu mudah diprediksi. Menurutnya, perilaku investor kerap berubah-ubah, mulai dari panik ketika pasar terkoreksi hingga terlalu percaya diri saat tren sedang menguat.
“Investasi yang sehat membutuhkan lebih dari sekadar strategi; dibutuhkan ketenangan, disiplin, dan konsistensi dalam mengambil keputusan,” ujar Aliang dalam keterangannya pada hari Senin (18/5).
Prinsip tersebut melandasi filosofi Quiet Investing yang dinilai relevan diterapkan di tengah situasi ekonomi yang dinamis. Pendekatan ini tidak berfokus pada euforia pasar maupun keuntungan jangka pendek, melainkan pada upaya membangun kekayaan secara bertahap, terukur, dan berkelanjutan.
“Bagi nasabah dengan tujuan jangka panjang, Quiet Investing membantu menjaga fokus, mengurangi keputusan impulsif, serta memastikan setiap langkah investasi tetap sejalan dengan tujuan hidup dan kesejahteraan mereka di masa depan,” jelasnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Berikut sejumlah tips anti-drama yang dapat diterapkan untuk mencapai target keuangan pada pertengahan 2026:
1. Susun Portofolio Berdasarkan Tujuan Keuangan
Sebelum mulai berinvestasi, investor disarankan menentukan tujuan finansial secara jelas, seperti dana pendidikan anak, membeli rumah, liburan, atau persiapan pensiun. Dengan tujuan yang terukur, pemilihan instrumen investasi dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan jangka waktu investasi.
Sebaiknya Anda baca juga:
2. Konsisten Berinvestasi Secara Bertahap
Salah satu kesalahan umum investor adalah menunggu memiliki dana besar untuk mulai berinvestasi. Padahal, investasi yang dilakukan secara rutin dan konsisten justru dinilai lebih efektif dalam membangun kekayaan secara bertahap. Investor dapat memulai dari nominal sesuai kemampuan, kemudian melakukannya secara disiplin setiap bulan.
3. Terapkan Strategi Rupiah Cost Averaging
Strategi Rupiah Cost Averaging dilakukan dengan berinvestasi secara rutin dalam jumlah tetap setiap bulan. Cara ini membantu investor tetap disiplin, mengurangi dorongan untuk melakukan market timing, serta membangun portofolio secara bertahap di tengah fluktuasi pasar.
4. Diversifikasi Investasi
Diversifikasi menjadi salah satu pendekatan penting dalam filosofi Quiet Investing. Investor dapat membangun portofolio yang lebih stabil melalui diversifikasi lintas produk, lintas kelas aset, lintas negara, dan lintas mata uang. Pendekatan ini membantu mengelola risiko sekaligus menjaga peluang pertumbuhan di tengah dinamika pasar global.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (1)
20 May 2026, 01:45 WIB.
Komentar dihapus otomatis karena terindikasi sebagai spam
BalasSilakan login via Google untuk dapat memberi komentar!