Russia Serahkan 528 Jenazah Tentara ke Ukraina di Tengah Konflik Berkepanjangan

Minggu, 17 Mei 2026, 01:55 WIB

Istanbul - Russia menyerahkan 528 jenazah tentara yang gugur kepada Ukraina, demikian diumumkan Markas Koordinasi Ukraina untuk Penanganan Tahanan Perang pada Sabtu (16/5).

Menurut pihak berwenang Ukraina, jenazah tersebut, yang menurut Russia kemungkinan merupakan personel militer Ukraina, dikembalikan dalam proses repatriasi terbaru antara kedua negara.

Ket. Foto: Tentara Ukraina membawa peluru artileri untuk tembakan ke arah Klishchiivka saat perang Rusia-Ukraina berlanjut di Oblast Donetsk, Ukraina (12/8/2023). — Sumber: Antara

Penyidik penegak hukum dan ahli forensik Ukraina akan melakukan proses identifikasi terhadap para korban, sebagaimana disampaikan dalam pernyataan resmi yang diunggah melalui Facebook.

Sebelumnya, kantor berita Russia, Tass, melaporkan pada Jumat (15/5) bahwa Rusia dan Ukraina telah melakukan pertukaran jenazah tentara yang gugur.

Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa Russia menyerahkan 526 jenazah dan menerima 41 jenazah tentara dari Ukraina. Namun hingga kini, pemerintah Rusia belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait pertukaran tersebut.

Pada April lalu, Russia juga menyatakan telah menyerahkan 1.000 jenazah tentara kepada Ukraina, sementara Ukraina menyerahkan 41 jenazah tentara Rusia. Ukraina mengonfirmasi penerimaan 1.000 jenazah tersebut, tetapi tidak merinci jumlah jenazah yang diserahkan kepada pihak Rusia.

Sementara itu, pada 2 Februari 2026, Kementerian Luar Negeri Russia menyebut sejak Juni 2025 lebih dari 12 ribu jenazah telah diserahkan kepada Ukraina, sedangkan Rusia menerima lebih dari 200 jenazah tentaranya.

Kementerian tersebut juga menyatakan bahwa 17 putaran pertukaran tawanan perang dan tahanan antara Rusia dan Ukraina yang dimediasi Uni Emirat Arab selama 2024 hingga 2025 telah menghasilkan pembebasan lebih dari 4.000 orang.

Di sisi lain, Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Alexander Pankin mengatakan kontak tingkat tinggi antara Russia dan Amerika Serikat menunjukkan Washington siap menegosiasikan penyelesaian konflik Ukraina.

“Kontak kami dengan Amerika, baik melalui telepon maupun pertemuan langsung antar presiden, memberikan kesan positif bahwa Amerika bersedia mewujudkan kesepakatan untuk menyelesaikan konflik Ukraina,” kata Pankin kepada RIA Novosti.

Pekan lalu, ajudan Kremlin Yury Ushakov menyebut upaya penyelesaian konflik Ukraina akan tetap menemui jalan buntu kecuali Kiev menarik pasukan bersenjatanya dari wilayah Donbas.

Menurut Ushakov, pemerintah Ukraina memahami perlunya penarikan pasukan tersebut dan pada akhirnya harus melaksanakannya.

Russia berulang kali menegaskan kesiapan untuk mencapai solusi damai melalui negosiasi berdasarkan kesepahaman yang dicapai Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam KTT Alaska, termasuk penghapusan akar penyebab konflik yang dinilai mengancam keamanan nasional Russia.

Pada Maret lalu, Trump mengatakan dirinya terkejut atas sikap Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy yang dinilai enggan mencapai kesepakatan damai untuk mengakhiri konflik.

Trump bahkan menyebut negosiasi dengan Zelenskyy lebih sulit dibandingkan dengan Putin.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.