Russia Tuduh Rezim Ukraina Neo-Nazi, Situasi HAM Disebut Memburuk

Kamis, 28 Mei 2026, 13:15 WIB

Moskow - Situasi hak asasi manusia (HAM) di Ukraina memburuk secara signifikan akibat rezim berkuasa yang dianggap tidak sah dan berhaluan neo-Nazi, kata Kementerian Luar Negeri Russia.

Kementerian menerbitkan laporan tentang situasi HAM di Ukraina, yang menjelaskan pelanggaran HAM dan kebebasan warga negara oleh rezim Kiev.

Ket. Foto: Seorang laki-laki melihat bangunan perumahan yang rusak setelah serangan besar-besaran drone dan misil oleh Russia di Kiev, Ukraina. — Sumber: Antara

"Informasi dalam laporan tersebut, dan yang setiap hari dipublikasikan di media dan internet, tentang pelanggaran HAM skala besar di negara tersebut kerap menunjukkan betapa seriusnya kemerosotan situasi HAM di Ukraina. Pertama dan terutama, dan sebagian besar, alasan utamanya adalah rezim neo-Nazi tidak sah yang berkuasa di Kiev," kata kementerian.

Menurutnya, pihak-pihak Barat membenarkan kejahatan yang dilakukan rezim Kiev dan mendorongnya untuk melakukan kejahatan baru.

Lebih lanjut kementerian juga mengatakan pejabat pemerintah Ukraina hanya sibuk dengan potensi korupsi dari pendanaan yang didukung Barat, dan mereka akan terus berperang "sampai warga Ukraina terakhir".

Komisi Eropa dilaporkan akan mengusulkan pembukaan klaster pertama negosiasi aksesi Ukraina menjadi anggota Uni Eropa oleh para menteri urusan Uni Eropa dalam sidang di Brussels, 16 Juni 2026.

Laporan itu disampaikan surat kabar Euractiv, Rabu (27/5) mengutip seorang pejabat senior Uni Eropa.

Menurut laporan itu, langkah tersebut akan memungkinkan para pemimpin Uni Eropa menyetujui keputusan itu dalam KTT Dewan Eropa di Brussels dua hari kemudian.

Sebelumnya pada Selasa, Euractiv juga melaporkan Uni Eropa berharap dapat memulai negosiasi langsung mengenai keanggotaan Ukraina sebelum KTT Dewan Eropa pada 18-19 Juni.

Namun, prospek keanggotaan Ukraina masih menuai keraguan di internal Uni Eropa.

Sementara itu, pada akhir April, majalah The Economist melaporkan Uni Eropa meragukan peluang Ukraina menjadi anggota karena kekhawatiran terkait korupsi.

Komisaris Eropa untuk Pertahanan dan Antariksa Andrius Kubilius juga mengatakan tidak semua negara anggota mendukung aksesi Ukraina ke blok tersebut.

Status kandidat dan dimulainya negosiasi tidak otomatis menjamin keanggotaan di Uni Eropa.

Turki telah menjadi kandidat sejak 1999, Makedonia Utara sejak 2005, Montenegro sejak 2010, dan Serbia sejak 2012.

Kroasia, negara terakhir yang bergabung dengan Uni Eropa, resmi menjadi anggota pada 2013 setelah menjalani negosiasi selama satu dekade.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Mandi di Pantai Tuturuga Berujung Petaka, 4 Orang Terseret Ombak

Niat Awal Ingin Inspeksi, GM Pelindo Maumere Justru Berjibaku Selamatkan Korban Gempa Jatuh ke Laut

Hebat Prestasi Mendunia! Lima Mahasiswa UI Tembus Program Geosains di Houston

Jalan layang Bomang Buka Akses Warga Bojonggede dan Parung Langsung ke Cibinong

Pemkot Pariaman dan KKP Koordinasi Realisasikan Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih

Beras Indonesia Surplus 3,67 Juta Ton, Kok Harga di Daerah Masih Bisa Rp30 Ribu?

Inter Milan Rekrut Curtis Jones dari Liverpool, Kontrak hingga 2031

Kirab Ancak Agung Jember Kembali Bikin Sejarah, Rekor MURI Berhasil Dipecahkan!

Pemprov Gorontalo Perkuat Sektor Agro Maritim

Sungai Musi Bersih, Kota Palembang Asri! Wali Kota Dorong Aksi Peduli Lingkungan

Pemkot Palu Sasar 31.316 Penerima Manfaat Bantuan Pangan

Hasil Liga Spanyol: Mourinho Awali Periode Kedua di Madrid dengan Kemenangan 2-1 Atas Espanyol

Dari yang Paling Horor Hingga yang Mengecewakan: Ranking Enam Film Insidious

Kabut Asap Makin Pekat, Dinkes Palembang Imbau Warga Gunakan Masker

Karang Taruna Nasional Kerahkan Personel Turut Tangani karhutla di Kalbar

Pemain Timnas Indonesia Ole Romeny Kena Kartu Merah, Fortuna Sittard Harus Akui Keunggulan AZ Alkmaar

Pemprov Sumut Dorong Generasi Muda Jadi Penggerak Transformasi Digital

Gelar Bazar Harkop Harnas, Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM ‎

Produk UMKM Lebak Makin Laris! Pemkab Bantu Pasarkan Lewat Bazar

Pacu Daya Saing sebagai Kota Global, Pemprov DKI Dorong Penguatan Ekosistem Musik

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.