Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ditemukan 11 Kasus Leptospirosis Positif di Tulungagung

📅 Sabtu, 16 Mei 2026, 22:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ditemukan 11 Kasus Leptospirosis Positif di Tulungagung Doc: Antara
Ket. Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Tulungagung dr Aris Setiawan.

Tulungagung - Dinas Kesehatan Tulungagung, Jawa Timur mencatat 11 warga positif leptospirosis sepanjang Januari hingga Mei 2026, dengan satu penderita dilaporkan meninggal dunia akibat infeksi bakteri leptospira.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Tulungagung dr Aris Setiawan, Sabtu, mengatakan total terdapat 13 kasus suspek leptospirosis yang ditemukan selama periode tersebut.

“Dari 13 suspek, dua orang dinyatakan negatif, sedangkan 11 lainnya positif leptospirosis,” katanya.

Dari jumlah tersebut, satu pasien dilaporkan meninggal dunia, sementara pasien lain berangsur pulih setelah menjalani perawatan intensif.

Menurut Aris, tingkat fatalitas leptospirosis pada 2026 cenderung menurun dibanding dua tahun sebelumnya.

Pada awal 2025, tercatat tiga warga meninggal dunia akibat penyakit yang ditularkan melalui bakteri leptospira tersebut.

Meski demikian, jumlah kasus leptospirosis di Tulungagung disebut relatif stabil setiap tahun sehingga kewaspadaan masyarakat tetap perlu ditingkatkan.

Aris menjelaskan bakteri leptospira umumnya menyebar melalui air atau lingkungan yang tercemar urine tikus terinfeksi.

Gejala awal penyakit itu antara lain demam, pusing, nyeri otot, hingga gangguan fungsi hati yang ditandai kondisi menyerupai sakit kuning.

“Banyak penderita terlambat menyadari karena gejalanya mirip penyakit umum, sehingga penanganan medis sering terlambat,” ujarnya.

Kelompok yang paling rentan terpapar, lanjut dia, adalah masyarakat yang bekerja di area persawahan atau lingkungan dengan risiko tinggi tercemar kotoran tikus.

Karena itu, masyarakat diminta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, menggunakan alat pelindung diri saat bekerja di sawah, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala setelah kontak dengan lingkungan berisiko.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

31 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

34 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...

KPK Berharap Nusron Wahid Kooperatif

56 menit yang lalu | Ones

Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.