Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Densus 88 Tangkap Satu Terduga Teroris di Tolitoli, Sulawesi Tengah dan di Rumpin, Kabupaten Bogor

📅 Senin, 21 Jul 2025, 14:18 WIB | Oleh:
Densus 88 Tangkap Satu Terduga Teroris di Tolitoli, Sulawesi Tengah dan di Rumpin, Kabupaten Bogor Doc: antara foto
Ket. Penangkapan terduga teroris di Tolitoli, Sulawesi Tengah.

JAKARTA - Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri membenarkan telah menangkap satu terduga teroris di Kelurahan Nalu, Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah, pada Kamis (17/7).

“Satu (terduga teroris),” kata Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri AKBP Mayndra Eka Wardhana di Jakarta, Senin (21/7).

Terkait identitas terduga teroris maupun kronologi penangkapan, Mayndra tidak bisa mengungkapkannya lantaran masih dalam proses penyidikan.

Selain di Tolitoli, Densus 88 juga menangkap satu terduga teroris berinisial Y di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Jumat (18/7).

Mayndra mengatakan, dua penangkapan itu merupakan langkah pencegahan yang dilakukan oleh Densus 88.

“Hal ini dilakukan oleh Densus 88 dalam rangka preventive strike (serangan preventif) penanggulangan ancaman teror,” katanya.

Sebelumnya, dikabarkan seorang warga terduga teroris ditangkap oleh Densus 88 di Kelurahan Nalu, Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah, Kamis (17/7).

Lurah Nalu yang bernama Ahyar Tauhid mengatakan bahwa terduga teroris tersebut berinisial LA (53) dan diketahui berprofesi sebagai penjual keripik.

Menurut Ahyar, LA sudah lama menetap di Kelurahan Nalu. Terduga pelaku tinggal di wilayah itu sekitar 20 tahun lebih.

Adapun berdasarkan data yang dihimpun, terduga teroris itu ditangkap dengan barang bukti satu buah tas dengan dokumen dan dua buah gawai.

Pada saat penangkapan, LA sedang melaksanakan kegiatan rutinitas dengan keluarga. Terduga diamankan dan dibawa menuju Mako Brimob Tolitoli.

Tim Densus 88 Antiteror Polri juga menangkap terduga teroris berinisial Y yang ditangkap di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Jumat (18/7).

“Menjabat berbagai posisi dan menjadi fasilitator," kata Mayndra Eka Wardhana.

Akan tetapi, Mayndra tidak mengungkapkan organisasi ataupun kelompok teroris yang diduga terlibat dengan Y.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Megapolitan
Perubahan APBD Tahun Ini Di...
Megapolitan
Siap-siap Hadapi Bencana Hi...

Jeda Internasional Dimanfaatkan PSIM untuk Berbenah Diri

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Jeda Internasional Dimanfaa...
Advertisement
Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.