Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Banten Gagas Pendidikan Vokasi yang Terintegrasi dengan Kebutuhan Industri

24 Jumat, 15 Mei 2026, 17:25 WIB | Oleh:
Banten Gagas Pendidikan Vokasi yang Terintegrasi dengan Kebutuhan Industri Banten Gagas Pendidikan Vokasi yang Terintegrasi dengan Kebutuhan Industri Doc: antara foto
Ket. Gubernur Banten, Andra Soni, di Serang, Jumat (15/5).

SERANG - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten bersama Yayasan SMK Mitra Industri MM2100 segera menggagas pendidikan vokasi yang terintegrasi dengan kebutuhan sumber daya manusia (SDM) yang siap kerja guna menekan angka pengangguran di wilayah tersebut.

Gubernur Banten, Andra Soni, di Serang, Jumat (15/5), mengatakan dua SMK akan dijadikan proyek percontohan dalam program ini, yakni di Kawasan Industri Modern Cikande, Kabupaten Serang, dan di Kawasan Industri Sawah Luhur, Kota Serang.

Saat ini, Yayasan SMK Mitra Industri MM2100 tengah melakukan tahapan studi kelayakan di kedua kawasan industri tersebut dengan mempertimbangkan lokasi, jumlah anak usia sekolah, ketersediaan SMK, hingga pertumbuhan ekonomi lokal.

"Bagaimana lulusan SMK itu harus benar-benar siap kerja," katanya.

Andra Soni bertekad merealisasikan konsep keselarasan antara dunia pendidikan dan dunia kerja. Upaya ini dinilai strategis untuk mencetak SDM unggul sekaligus menekan tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Provinsi Banten, yang saat ini menjadi rumah bagi sekitar 8.924 industri berskala kecil hingga besar.

Dengan pengalaman yang dimiliki yayasan, ia meyakini pola pendidikan vokasi berbasis industri dapat diterapkan secara optimal di Banten, terlebih provinsi ini memiliki keunggulan geografis sebagai daerah lintasan Jawa-Sumatera.

Sementara itu, Ketua Yayasan SMK Mitra Industri MM2100, Darwoto, menegaskan kesiapan nya untuk berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Banten. Program unggulan dari lembaganya berfokus pada pendidikan karakter dan adaptasi dunia industri.

Berdasarkan hasil pengamatannya, kompetensi di sejumlah SMK sekitar kawasan industri saat ini belum sepenuhnya selaras dengan kebutuhan perusahaan. Ia mencontohkan, jurusan di sekitar kawasan industri masih didominasi teknik komputer jaringan (TKJ), padahal industri di Cikande dan Kasemen mayoritas bergerak di bidang pengerjaan logam dan manufaktur.

"Untuk itu, sebaiknya jurusan yang dibuka di SMK itu lebih kepada kebutuhan tenaga kerja di industri, seperti manajemen logistik, teknis pengelasan, teknis mekatronika, dan teknis pemesinan," ujar Darwoto.

Dalam implementasinya, Darwoto menawarkan dua opsi mekanisme kerja sama antara Yayasan dan Pemprov Banten sesuai Permendikbud Nomor 36 Tahun 2014, yakni melalui kemitraan penuh atau sebatas kolaborasi kurikulum dan supervisi pendidikan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Homepage Mobile Atas
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
Daerah
Banjir Luapan Sungai di Ace...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Membanggakan! Dua Perempuan Indonesia Jadi Juara Dunia Kewirausahaan Sosial, Apa Rahasia Mereka?

Membanggakan! Dua Perempuan Indonesia Jadi Juara Dunia Kewirausahaan Sosial, Apa Rahasia Mereka?

24 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.