Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Desa Wisata Gunung Dempo Pagaralam Kembali Dibuka, Ini Sebab Ditutup Sebelumnya!

📅 Kamis, 14 Mei 2026, 19:01 WIB | Oleh:
Desa Wisata Gunung Dempo Pagaralam Kembali Dibuka, Ini Sebab Ditutup Sebelumnya! Doc: ANTARA/M Imam Pramana
Ket. Suasana wisata di Perkebunan teh Gunung Dempo Pagaralam, Sumatera Selatan.

PALEMBANG, SUMATERA SELATAN - Desa Wisata Gunung Dempo Pagaralam, Sumatera Selatan (Sumsel) dibuka kembali setelah tutup sejak beberapa pekan terakhir, karena adanya kendala pada aspek regulasi dan perizinan lahan Hak Guna Usaha (HGU) milik PTPN VII.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Selatan Rudi Irawan di Palembang, Kamis (14/5), mengatakan operasional kembali destinasi unggulan tersebut merupakan tindak lanjut atas koordinasi intensif antara Pemerintah Provinsi Sumsel dan pihak perkebunan.

"Pembukaan kembali ini untuk menjawab permintaan Gubernur Sumsel Herman Deru melalui surat Sekretaris Daerah. Pihak PTPN I Regional 7 telah menerbitkan surat izin operasional kembali tertanggal 13 Mei 2026," ujarnya.

Meski telah dibuka, ia menekankan bahwa izin yang diberikan oleh PTPN I Regional 7 bersifat sementara. Pengelola Desa Wisata Gunung Dempo diberikan tenggat waktu selama tiga bulan untuk menuntaskan seluruh persyaratan administrasi dan perizinan yang berlaku.

Surat izin yang ditandatangani oleh Plt Head Region PTPN I Regional 7, Iyan Heriyanto tersebut juga telah ditembuskan kepada Gubernur Sumatera Selatan, Wali Kota Pagaralam dan Instansi terkait lainnya.

Sebelumnya, Desa Wisata Gunung Dempo terpaksa ditutup, karena adanya ketidaksesuaian pemanfaatan lahan HGU. Langkah reaktivasi ini didasari oleh surat Sekretaris Daerah Sumsel No. 800/2713/Disbudpar.IV/2026 yang diterbitkan pada 12 Mei 2026, sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap sektor pariwisata daerah.

Pemerintah Provinsi berharap dalam masa transisi tiga bulan ini, pihak pengelola dapat bergerak cepat melengkapi dokumen legalitas agar aktivitas pariwisata di kaki Gunung Dempo tidak lagi terhambat di masa depan, mengingat lokasi tersebut merupakan salah satu magnet utama kunjungan wisatawan di Sumatera Selatan.

Adapun sejumlah objek wisata Gunung Dempo itu, yakni Bukit Tungguan, Nature High Vila serta Kabelban Reas Area, kemudian kebun Strawberry DS Planting, Homestay Wabisabi Kampung 4, lahan pertanian musiman, hingga rumah yang selama ini difungsikan sebagai tempat registrasi pendakian Gunung Dempo (Brigade). Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Pejabat Nge-gim Saat Jam Kerja Sangat Tidak Pantas

27 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Pejabat Nge-gim Saat Jam Ke...

Harga Cabai Rawit Rp73.500/Kg, Telur Ayam Rp29.700/Kg

54 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp73.500/...
Megapolitan
Pemkot Jakarta Timur Perbai...
Nasional
PT Pertamina Patra Niaga Do...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
BMKG: 8 Wilayah di Sulawesi Utara Masih Siaga Tsunami Usai Gempa M7,7

BMKG: 8 Wilayah di Sulawesi Utara Masih Siaga Tsunami Usai Gempa M7,7

08 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
# 7
Ratifikasi IEU-CEPA Dorong Daya Saing
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.