Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perekonomian Tumbuh, Kualitas Penyerapan Kerja Justru Disorot

📅 Selasa, 12 Mei 2026, 22:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Perekonomian Tumbuh, Kualitas Penyerapan Kerja Justru Disorot Doc: ANTARA/ Pradita Kurniawan Syah.
Ket. Aktivitas pekerja produsen kue keranjang rumahan di Desa Karangasih, Kecamatan Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

JAKARTA – Tantangan kualitas penyerapan kerja saat ini tidak hanya berkaitan dengan jumlah lapangan pekerjaan yang tersedia, tetapi juga kesesuaian antara kebutuhan industri dan kompetensi tenaga kerja.

Di tengah perubahan ekonomi digital dan otomatisasi, banyak pekerjaan baru menuntut keterampilan yang lebih spesifik, sementara sebagian tenaga kerja masih terkonsentrasi pada sektor informal dengan produktivitas dan perlindungan kerja yang rendah.

Kondisi tersebut membuat pertumbuhan ekonomi belum sepenuhnya mampu menghasilkan pekerjaan berkualitas dalam jumlah besar.

Jika tidak diimbangi peningkatan pendidikan vokasi, pelatihan keterampilan, dan penguatan sektor industri bernilai tambah tinggi, risiko mismatch tenaga kerja akan terus meningkat.

Akibatnya, tingkat pengangguran terselubung dan rendahnya pendapatan pekerja dapat menjadi tantangan jangka panjang bagi daya saing ekonomi nasional.

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,61 persen pada triwulan I 2026 memang memberikan dampak positif terhadap pasar tenaga kerja, tetapi kualitas penyerapan kerja masih menjadi tantangan struktural.

Ia mengatakan penurunan tingkat pengangguran terbuka menjadi sekitar 4,68 persen per Februari 2026 menunjukkan ekonomi domestik masih cukup tangguh di tengah perlambatan global dan tekanan eksternal.

“Dalam konteks perlambatan global dan tekanan eksternal yang masih tinggi … ini menunjukkan ekonomi domestik masih memiliki daya tahan.” kata Yusuf dihubungi di Jakarta, Selasa.

Meski demikian, ia menilai kemampuan pertumbuhan ekonomi dalam menciptakan lapangan kerja mulai melemah. Kondisi itu tercermin dari menurunnya elastisitas pertumbuhan terhadap penciptaan pekerjaan.

Menurut dia, setiap 1 persen pertumbuhan ekonomi saat ini menghasilkan tambahan pekerjaan yang lebih sedikit dibandingkan periode sebelumnya.

“Jadi ekonomi memang tumbuh, tetapi kemampuan pertumbuhan itu untuk menyerap tenaga kerja mulai melemah,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan pertumbuhan ekonomi pada awal tahun masih banyak ditopang faktor musiman seperti Ramadhan dan Lebaran, serta akselerasi belanja pemerintah.

Faktor tersebut dinilai mampu mendorong konsumsi dan aktivitas ekonomi dalam jangka pendek, tetapi belum cukup kuat menciptakan transformasi struktural di pasar tenaga kerja.

Selain itu, kualitas pekerjaan baru yang tercipta juga dinilai masih menjadi persoalan karena mayoritas tambahan tenaga kerja masih terserap di sektor informal.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.