Sleman Perkuat Regenerasi Dalang Muda demi Menjaga Warisan Budaya

Senin, 11 Mei 2026, 16:30 WIB

SLEMAN - Pelestarian seni tradisi terus menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Sleman. Salah satu langkah yang dilakukan ialah menggelar Festival Dalang Anak dan Remaja Kabupaten Sleman Tahun 2026 yang dibuka di Gedung Serbaguna Kabupaten Sleman, Sabtu (9/5/2026). Kegiatan tersebut diarahkan sebagai wadah regenerasi seniman muda agar kesenian wayang tetap hidup di tengah perkembangan zaman dan budaya digital.

Festival yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi ke-110 Kabupaten Sleman itu menghadirkan perwakilan muda dari seluruh kapanewon di Sleman. Sebanyak 17 peserta kategori anak tampil pada 9–10 Mei 2026, sedangkan 17 peserta kategori remaja dijadwalkan tampil pada 11–12 Mei 2026.

Ket. Foto: — Sumber: Dok. Pemkab Sleman

Sekretaris Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman, Arif Wibowo, mengatakan kegiatan tersebut tidak semata-mata berorientasi pada kompetisi. Menurutnya, festival menjadi sarana pembelajaran sekaligus proses kaderisasi bagi generasi penerus seni pedalangan di Sleman.

“Ini bukan sekadar ajang perlombaan. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan ruang pembinaan dan regenerasi bagi para pelaku seni di Sleman. Di dalamnya terdapat nilai-nilai luhur seperti kejujuran, keberanian, dan tanggung jawab. Nilai-nilai inilah yang penting diwariskan kepada generasi muda di tengah derasnya arus teknologi digital,” ujar Arif Wibowo.

Ia menilai wayang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga media penyampaian pesan moral yang tetap relevan hingga sekarang. Karena itu, keterlibatan anak-anak dan remaja dalam festival dinilai penting untuk memastikan keberlangsungan budaya lokal di masa mendatang.

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, menyebut minat generasi muda terhadap dunia pedalangan patut diapresiasi. Menurutnya, menjadi dalang membutuhkan ketekunan, kesabaran, dan pemahaman mendalam terhadap filosofi kehidupan yang terkandung dalam cerita wayang.

“Masyarakat sekarang cenderung mencari yang instan dan mudah, sementara menjadi dalang itu tidak gampang. Butuh kesabaran untuk duduk semalam suntuk dan mempelajari nilai-nilai kehidupan yang kompleks dalam cerita wayang,” imbuhnya.

Danang menambahkan, kisah-kisah dalam pewayangan masih memiliki keterkaitan erat dengan kondisi kehidupan masyarakat saat ini. Konflik antara tokoh baik dan jahat dalam lakon wayang, kata dia, mengandung pelajaran mengenai moralitas dan pencarian kebenaran.

Danang juga menegaskan Pemerintah Kabupaten Sleman akan terus memberikan dukungan terhadap kegiatan seni dan budaya karena dinilai berperan penting dalam pembentukan karakter masyarakat sekaligus memperkuat identitas daerah. Melalui festival tersebut, para dalang muda diharapkan dapat memperluas jejaring, mengembangkan kemampuan, dan semakin percaya diri dalam berkarya di bidang seni tradisi.

Redaktur: Eko S

Penulis: Eko S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.