Isu Energi Global Memanas, DEN Pastikan Stok BBM Aman, Masyarakat Diminta Tetap Tenang

Minggu, 08 Mar 2026, 15:00 WIB

JAKARTA – Ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) nasional menjadi faktor krusial untuk menjaga stabilitas ekonomi dan mobilitas masyarakat, terutama di tengah memanasnya konflik Amerika Serikat dan Iran serta menjelang periode mudik Lebaran.

Ketegangan geopolitik di Timur Tengah berpotensi memicu lonjakan harga minyak dunia dan gangguan rantai pasok energi global, sehingga pemerintah perlu memastikan pasokan BBM domestik tetap terjaga dan distribusinya berjalan lancar.

Ket. Foto: Ilustrasi - Sejumlah truk antre untuk mengisi tanki BBM di terminal BBM Pertamina Plumpang, Jakarta Utara. — Sumber: ANTARAFOTO/ Fanny Octavianus.

Di sisi lain, periode Lebaran biasanya mendorong lonjakan konsumsi energi akibat meningkatnya aktivitas transportasi dan logistik.

Karena itu, jaminan ketersediaan BBM menjadi penting untuk menghindari gangguan mobilitas masyarakat maupun distribusi barang.

Pemerintah dan pelaku industri energi juga menegaskan bahwa stok BBM nasional masih dalam kondisi aman serta distribusi terus dijaga agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi menjelang mudik.

Dengan manajemen pasokan yang baik serta konsumsi energi yang bijak dari masyarakat, stabilitas BBM dapat terjaga sehingga aktivitas ekonomi dan perjalanan mudik dapat berlangsung lancar meski situasi global sedang bergejolak.

Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) M Kholid Syeirazi menyatakan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) nasional saat ini mencukupi sehingga masyarakat tidak perlu kuatir atau panik karena Pertamina siap menjaga pasokan.

Dia menjelaskan bahwa cadangan sekitar 20 hari bukan berarti bahwa setelah itu BBM akan habis, karena Pertamina tentu terus melakukan stabilisasi stok.

"Untuk itu, masyarakat diminta tenang, tidak panik dan tidak melakukan penimbunan karena justru berdampak buruk terhadap ekonomi," ujar dia dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (8/3).

Kholid mengatakan terdapat tiga jenis cadangan energi yaitu cadangan strategis, cadangan penyangga energi dan cadangan operasional. Dan yang disebut cadangan 20 - 23 hari, adalah cadangan operasional yang disediakan badan usaha seperti Pertamina.

Untuk cadangan operasional, lanjutnya, disediakan oleh badan usaha dalam hal ini Pertamina yang sifatnya sirkuler sehingga kalau terpakai disediakan stok untuk dipasok lagi dari sumber-sumber impor.

Sedangkan cadangan penyangga energi, tambahnya, bersifat mandatori dan harus disediakan pemerintah sesuai kemampuan keuangan negara. Ketentuan tersebut diatur melalui Perpres Nomor 96 tahun 2024 tentang Cadangan Penyangga Energi (CPE) yang harus disediakan oleh pemerintah.

Oleh karena itu dia menegaskan kondisi BBM saat ini dipastikan tersedia termasuk menjelang Idulfitri, sebagaimana cadangan Pertalite bahkan sampai 28 hari dan Pertamax 29 hari, begitu pula Avtur tercukupi.

”Jadi saya mengimbau kepada masyarakat tidak perlu panik. Yang disebut sekitar 20 hari itu stok sirkuler. Jadi keluar masuk. Begitu ada barang keluar, ada barang yang masuk," ujar Kholid.

Apalagi, menurut dia sampai saat ini Pertamina juga masih menghasilkan minyak baik melalui pengeboran yang terus dilakukan maupun eksplorasi dan penambahan cadangan.

Sementara itu Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro mengatakan yang dimaksud cadangan sekitar 20 hari adalah cadangan operasional, semacam inventory berada dalam penyimpanan atau storage.

”Masyarakat tidak perlu khawatir. Karena yang namanya 20 hari, tidak kemudian 20 hari ke depan habis. Tapi ketika dijual, katakanlah hari ini dijual seribu, Pertamina akan mendatangkan juga seribu, bahkan lebih. Karena mereka berkepentingan, bisnis mereka running terus,” katanya.

Menurut dia cadangan sekitar 20 hari tersebut bahkan lebih tinggi dibandingkan beberapa negara lain seperti Vietnam 15 hari cadangan operasionalnya dan Laos hanya 10 hari.

Untuk itu Komaidi berharap masyarakat tenang, termasuk menjelang Idul Fitri, sebab Pertamina tentu sudah mempersiapkan pendistribusian dengan baik, termasuk melalui Satgas Ramadhan dan Idul Fitri.

"Dan saya kira stok di masing-masing wilayah juga sudah aman," ujarnya.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

118 Ijazah Siswa dari 11 Madrasah Ditebus, Pemkot Jakbar Gandeng Kemenag dan Baznas Bazis.

Bukan Sekadar Besaran Gaji, Pekerja Indonesia Cari Rasa Dihargai di Tempat Kerja

Virtus Technology Indonesia Resmi Jadi Master Distributor DJI Enterprise di Indonesia

Produk Bernilai Tambah Tinggi Asal Cilegon Tembus Kanada, Kemendag: Bukti Industri RI Makin Kuat

Trafik Uplink Melampaui Downlink, Pola Penggunaan Jaringan Digital Mulai Berubah

Info Loker! Job Fair Pemkab Magelang 2026 Tersedia 3.717 Lowongan

Shin Ye Eun Ajak Masyarakat Indonesia Rasakan Kehangatan Hunian Pintar Berbasis K-Wellness

Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

Babak Gugur Piala Dunia 2026 Mulai Terbentuk, Enam Negara Amankan Tiket 32 Besar, Empat Tersingkir

Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Ini Deretan Pemain yang Memperebutkan dari Messi, Mbappe, hingga Haaland, Siapa yang Layak?

Tiga Pejabat Tinggi Pratama Setjen MPR RI Dilantik, Siti Fauziah Tekankan Penguatan Kolaborasi dan Peningkatan Kinerja Lembaga

Peternak Sapi Perah Indonesia Raih Kenaikan Produksi Susu Berkat Transfer Teknologi AS

DFSK E5 Plus Resmi Buka Pre-Booking di Indonesia, Konsumen Berpeluang Dapat Benefit Rp60 Juta.

Info Lowongan kerja! Ayo Walk in Interview ke GOR Tanjung Duren Jakbar, Buka 4.262 Lowongan

Pertama di Indonesia, Whitesky Group dan SkyDrive Hadirkan Mockup eVTOL 1:1

1.151 KM Jalan Daerah Dilebarkan dari 3 Jadi 8 Meter, Dana Rp5,41 T Digelontorkan

Iming-iming Gaji Tinggi! Wamen P2MI dan Australia Bahas Ancaman Penipuan Pekerja Migran

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.