Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menkomdigi Sebut PP Tunas Melindungi dan Meliterasi Anak di Ruang Digital

📅 Senin, 11 Mei 2026, 18:45 WIB | Oleh:
Menkomdigi Sebut PP Tunas Melindungi dan Meliterasi Anak di Ruang Digital Doc: Dok Humas Kemkomdigi
Ket. Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid

JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menegaskan komitmen pemerintah dalam melindungi anak di ruang digital. Penegasan ini dijelaskannya melalui kehadiran Peraturan Pemerintah nomor 17 tahun 2025 (PP Tunas).

Menkomdigi mengatakan, hadirnya kebijakan tersebut, tidak hanya memberikan rasa aman kepada anak di tengah perkembangan teknologi digital. Namun ia menegaskan, hal ini menjadi peluang dalam pemanfaatan teknologi secara bijak, untuk masa depan anak.

Sebab ia mengatakan, hal ini untuk menekan tingginya pemanfaatan akses internet di Indonesia yang melampaui 80 persen. Angkat tersebut diungkapkan Menkomdigi, membuktikan ancaman besar dampak negatif ruang digital terhadap anak.

"Dengan penetrasi internet yang telah melampaui 80 persen, kita harus memastikan keterhubungan ini disertai perlindungan yang kuat. PP TUNAS hadir sebagai payung hukum yang melindungi anak dari berbagai risiko sekaligus membekali mereka dengan literasi digital," kata Meutya dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (11/5).

Menkomdigi lebih lanjut menuturkan, bahwa terdapat empat ancaman utama yang dihadapi anak dan remaja di ruang digital. Pertama dijelaskannya, yakni terkait Kontak tidak diinginkan dari orang asing; kedua, Konten negatif yang tidak sesuai usia.

Selanjutnya, yang ketiga ialah Kecanduan gawai dan media sosial; serta yang keempat, yakni Kesehatan fisik dan mental. Untuk itu Meutya menegaskan, dalam mengantisipasi hal tersebut, diperlukannya pembatasan akses bagi anak, melalui penegakkan implementasi PP Tunas.

"Kontak dari orang tak dikenal harus dicegah, konten berbahaya tidak boleh mudah muncul. Kecanduan harus diatasi, agar prestasi belajar tetap terjaga, dan kesehatan mereka mulai dari mata hingga postur tubuh — harus terlindungi," ujar Menkomdigi. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pengamat : Salvage KMP Batumandi Patut Dicontoh

38 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Pengamat : Salvage KMP Batu...

Jakarta Merintis Diri Menjadi Hub Ekonomi Kreatif

39 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jakarta Merintis Diri Menja...
Daerah
Mau Tahu Alasan Dedi Mulyad...
Ekonomi
GoPay Permudah Masyarakat I...
Megapolitan
Waoooww….Warga Bandung ak...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.