Gubernur Jabar Dorong Penataan Kawasan Keraton Cirebon Jadi Wisata Budaya
Senin, 11 Mei 2026, 05:30 WIBCirebon - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyebut Kirab Budaya Mahkota Binokasih Napak Tilas Pajajaran yang digelar di Kota Cirebon menjadi upaya menghubungkan sejarah masa lalu dengan pembangunan masa depan.
âYang paling utama bukan untuk membangun cerita masa lalu, tetapi membangun jembatan masa lalu dan masa depan,â kata Dedi saat memberikan sambutan di Alun-alun Sangkala Buana Keraton Kasepuhan Cirebon, Minggu (10/5) malam.
Menurut dia, masyarakat tidak bisa hanya berbicara tentang masa depan tanpa memahami sejarah dan filosofi budaya yang diwariskan para leluhur.
Ia mengatakan sejarah menjadi bagian penting, dalam membangun karakter bangsa dan menghadapi tantangan zaman. Â
âMaka kegiatan ini bukan kegiatan seremonial, bukan kegiatan historikal tapi kegiatan masa depan,â katanya.
Provinsi Jabar, kata dia, memiliki kekayaan budaya yang masih terlihat melalui keberadaan keraton, tradisi masyarakat, hingga peninggalan sejarah Pajajaran.
Ia menekankan Mahkota Binokasih dan sejumlah situs sejarah menjadi bukti bahwa Pajajaran, merupakan bagian dari fakta sejarah yang masih hidup hingga sekarang.
âPajajaran itu memang ada dan tidak akan pernah pudar dimakan oleh zaman,â ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Dedi menyampaikan pula bahwa Cirebon menjadi daerah yang mampu memadukan nilai agama, budaya, dan sejarah secara harmonis.
Ia mengatakan kehidupan masyarakat di Cirebon mencerminkan keterbukaan budaya, yang diwariskan para wali dan keraton sejak masa lampau.
Dedi menyebut berbagai warisan budaya dan tradisi keagamaan di Cirebon masih bertahan hingga sekarang, seperti Masjid Agung Sang Cipta Rasa dan tradisi Adzan Pitu.
âCirebon sesungguhnya adalah mini pluralisme Indonesia. Kalau dalam bahasanya para pakar, Cirebon mengajarkan tentang Islam inklusif,â katanya.
Ke depan, ia telah menyiapkan rencana penataan kawasan budaya di sekitar keraton Cirebon agar lebih bersih, tertata, dan memiliki daya tarik wisata sejarah.
âKalau keraton ini tertata rapi, jalan-jalannya bersih, trotoarnya terbentang indah, sungai-sungainya jernih, kemudian antara sungai dengan keraton tersambung lagi dengan laut maka peradaban akan terbangun,â tuturnya.
- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Brimob Polda Sulteng Bersama Warga Bangun Jembatan Darurat Pascabanjir di Donggala
-
AFC Umumkan Jadwal dan Agenda Piala Asia 2027 di Arab Saudi
-
Banjir di Malaysia Makin Parah, WNI Diimbau Siaga Penuh dan Segera Lapor KBRI
-
Sidang Isbat Bagian Edukasi Publik dan Wujud Kehadiran Negara
-
Badai Hebat di AS Putus Listrik 850 Ribu Pelanggan, 10 Ribu Penerbangan Dibatalkan
-
Libatkan Warga Sekitar, Pemprov Jabar Pulihkan Ekosistem Gunung Ciremai
-
Belanja Masyarakat Menggeliat! BI Prediksi Penjualan Eceran September Melesat Naik
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.