Badai Hebat di AS Putus Listrik 850 Ribu Pelanggan, 10 Ribu Penerbangan Dibatalkan

Senin, 26 Jan 2026, 04:15 WIB

WASHINGTON -Lebih dari 850.000 pelanggan di Amerika Serikat (AS), hingga sejauh barat New Mexico, mengalami pemadaman listrik dan lebih dari 10.000 penerbangan dibatalkan pada Minggu (25/1) akibat badai musim dingin besar yang melumpuhkan wilayah timur dan selatan AS dengan salju lebat dan lapisan es.

Ketika salju, hujan beku, dan suhu dingin yang berbahaya menyapu dua pertiga wilayah timur AS pada Minggu, jumlah pemadaman listrik terus meningkat. Hingga pukul 10.47 waktu setempat (EST) atau 15.47 GMT, lebih dari 850.000 pelanggan di AS tercatat tanpa aliran listrik, menurut PowerOutage.us, dengan sedikitnya 290.000 pelanggan di Tennessee serta lebih dari 100.000 pelanggan masing-masing di Mississippi, Texas, dan Louisiana. Negara bagian lain yang terdampak antara lain Kentucky, Georgia, Virginia, dan Alabama.

Ket. Foto: Seorang pria berjalan di kawasan National Mall saat salju turun di Washington pada Minggu (25/1. — Sumber: AFP

Dikutip dari The Straits Times, menurut situs pelacakan penerbangan FlightAware, lebih dari 10.200 penerbangan di AS yang dijadwalkan pada Minggu dibatalkan. Sebelumnya, lebih dari 4.000 penerbangan telah dibatalkan pada Sabtu.

Bandara Ronald Reagan National di Washington, DC, menyatakan bahwa maskapai telah membatalkan seluruh penerbangan di bandara tersebut pada Minggu.

Delta Air Lines pada Minggu mengatakan akan mengoperasikan jadwal terbatas yang “bergantung pada kondisi presipitasi beku secara real time dan badai pada sore hari”. Maskapai tersebut telah menyesuaikan jadwal sejak Sabtu, dengan pembatalan tambahan pada pagi hari untuk Atlanta dan sepanjang Pantai Timur, termasuk Boston dan New York City, serta menyatakan akan mengerahkan para ahli dari hub cuaca dingin untuk mendukung tim de-icing dan penanganan bagasi di sejumlah bandara wilayah selatan.

Prakiraan terbaru National Weather Service untuk periode Minggu hingga Senin pagi memperkirakan salju lebat dari Lembah Ohio hingga wilayah Timur Laut, termasuk hingga 18 inci di New England. Sebagian besar wilayah Tenggara dan beberapa bagian Mid-Atlantic diperkirakan akan diguyur hujan dan hujan beku.

Para peramal cuaca memprediksi “suhu yang sangat dingin dan hembusan angin yang berbahaya” dari wilayah dataran selatan hingga Timur Laut pascabadai, yang akan menyebabkan gangguan perjalanan berkepanjangan dan dampak terhadap infrastruktur.

Menyebut badai tersebut sebagai “bersejarah”, Presiden Donald Trump pada Sabtu menyetujui deklarasi darurat bencana federal untuk South Carolina, Virginia, Tennessee, Georgia, North Carolina, Maryland, Arkansas, Kentucky, Louisiana, Mississippi, Indiana, dan West Virginia.

“Kami akan terus memantau dan tetap berkoordinasi dengan semua negara bagian yang berada di jalur badai ini. Tetap aman dan tetap hangat,” tulis Trump dalam unggahan di Truth Social.

Sebanyak 17 negara bagian dan Distrik Columbia telah menetapkan status darurat cuaca, kata Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS). Menteri DHS Kristi Noem, dalam konferensi pers pada Sabtu, mengimbau warga AS untuk mengambil langkah antisipasi.

“Cuacanya akan sangat, sangat dingin,” kata Noem. “Karena itu kami mendorong semua orang untuk menyiapkan bahan bakar, persediaan makanan, dan kita akan melalui ini bersama-sama.”

Antisipasi Pemadaman

Pada Sabtu (24/1), Departemen Energi AS (DOE) mengeluarkan perintah darurat yang mengizinkan Electric Reliability Council of Texas mengerahkan sumber pembangkit cadangan di pusat data dan fasilitas besar lainnya, guna membatasi pemadaman listrik di negara bagian tersebut.

Pada Minggu, DOE kembali mengeluarkan perintah darurat untuk mengizinkan operator jaringan listrik PJM Interconnection mengoperasikan “sumber daya tertentu” di wilayah Mid-Atlantic, terlepas dari batasan yang ditetapkan oleh undang-undang negara bagian atau izin lingkungan.

Operator jaringan listrik AS pada Sabtu meningkatkan langkah antisipasi untuk menghindari pemadaman bergilir.

Dominion Energy, yang operasinya di Virginia mencakup kumpulan pusat data terbesar di dunia, mengatakan bahwa jika prakiraan es mereka terbukti, peristiwa musim dingin ini bisa menjadi salah satu yang terbesar yang pernah memengaruhi perusahaan tersebut.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Andes

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.