• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Dokter Ingatkan Jamaah Haj...

Dokter Ingatkan Jamaah Haji Waspadai Dehidrasi dan Heatstroke Saat Cuaca Panas Ekstrem di Tanah Suci

Senin, 11 Mei 2026, 16:36 WIB

Jakarta - Dokter spesialis gizi klinik Pande Putu Agus Mahendra mengingatkan jamaah haji untuk mewaspadai risiko dehidrasi dan heatstroke (sengatan panas) di tengah cuaca panas ekstrem selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

“Risiko terbesar adalah kondisi dehidrasi dan heatstroke. Kondisi dehidrasi akan menimbulkan gangguan pada sistem tubuh yang akhirnya dapat memicu peningkatan kerja jantung serta memperberat kerja ginjal,” kata Pande Putu di Jakarta, Senin (11/5).

Ket. Foto: Petugas pendorong kursi roda melayani jamaah calon haji Indonesia di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Minggu (3/5). — Sumber: Antara

Dokter lulusan Universitas Indonesia itu menjelaskan dehidrasi dapat memicu berbagai gejala seperti tubuh lemas, limbung, nyeri kepala, hingga mual. Pada kondisi tertentu, jamaah juga bisa mengalami pandangan buram dan sensasi seperti vertigo.

Menurut dia, dehidrasi kronis sering kali tidak disadari karena tubuh kehilangan sensasi haus meski cairan tubuh sudah berkurang.

“Pada kondisi dehidrasi yang kronis bahkan rasa haus sudah tidak dirasakan lagi dan urine sudah berkurang,” ujarnya.

Pande Putu menyarankan jamaah menjaga hidrasi tubuh dengan mengonsumsi cairan secara bertahap sepanjang hari, terutama saat banyak beraktivitas di luar ruangan.

“Usahakan konsumsi air mineral 150 mililiter per jam untuk menjaga hidrasi selama melakukan kegiatan ibadah,” katanya.

Ia menjelaskan kebutuhan cairan normal orang dewasa berkisar delapan hingga 10 gelas per hari dengan ukuran sekitar 250 mililiter per gelas. Namun, kebutuhan cairan dapat meningkat saat cuaca panas dan aktivitas fisik selama ibadah haji lebih tinggi.

Selain air putih, jamaah juga dianjurkan mengonsumsi buah dengan kandungan air tinggi dan makanan berkuah untuk membantu menjaga cairan tubuh.

“Air elektrolit dapat diperlukan, tapi bukan menjadi minuman utama dan tetap harus dikombinasikan dengan air mineral,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan jamaah untuk rutin memantau warna urine sebagai indikator kondisi hidrasi tubuh.

Sebelumnya, Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia melalui unggahan di media sosial mengingatkan jamaah haji agar meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca panas ekstrem di Tanah Suci.

Dalam imbauannya, jamaah diminta rutin minum air dan tidak menunggu haus, menggunakan payung atau pelindung berwarna terang, serta beristirahat secara berkala di tempat teduh guna mencegah kelelahan akibat suhu tinggi.

  • Jamaah Haji Indonesia

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.