Pakar Minta Pemerintah Jamin Keselamatan Prajurit TNI di Misi Perdamaian Lebanon

Senin, 27 Apr 2026, 19:20 WIB

SURABAYA - Pakar Hukum Tata Negara, Mahfud MD, meminta pemerintah menjamin keselamatan prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang bertugas dalam misi perdamaian di Lebanon. Hal ini, menyusul kembali adanya korban TNI yang gugur.

Pernyataan itu disampaikan Mahfud saat berada di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Surabaya (STESIA), Surabaya, Senin (27/4). Ia menegaskan prajurit yang bertugas di luar negeri menjalankan mandat negara sehingga keselamatannya harus menjadi prioritas utama.

Ket. Foto: — Sumber: Pen Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-R UNIFIL

“Prajurit TNI ke sana adalah tugas negara. Oleh sebab itu harus dijamin keselamatannya. Kalau tidak selamat, harus ada penjelasan mengapa itu terjadi,” ujar Mahfud.

Mahfud juga menyoroti pihak yang bertanggung jawab atas komando serta jaminan keamanan pasukan perdamaian di wilayah konflik tersebut. Menurut dia, kondisi di lapangan semakin kompleks karena pihak-pihak yang bertikai kerap mengabaikan aturan hukum internasional.

Ia menambahkan, meskipun pasukan perdamaian berada di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), tidak semua pihak mematuhi ketentuan yang berlaku. “Meskipun pasukan perdamaian berada di bawah PBB, ada pihak-pihak yang tidak sepenuhnya tunduk pada aturan tersebut,” kata dia.

Mahfud juga menyinggung serangan yang kerap terjadi tanpa membedakan sasaran, termasuk terhadap fasilitas kesehatan dan tenaga medis. Kondisi ini dinilai turut meningkatkan risiko bagi prajurit Indonesia yang bertugas dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

Ia pun meminta pemerintah mempertegas sikap terkait keterlibatan Indonesia dalam misi tersebut. Sekaligus memastikan jaminan keselamatan maksimal bagi seluruh personel di lapangan.

Terkait kemungkinan penarikan pasukan TNI dari Lebanon, Mahfud menegaskan keputusan sepenuhnya berada di tangan pemerintah dan institusi militer. “Itu merupakan kewenangan TNI dan pemerintah,” ujar dia.

Diketahui, hingga kini setidaknya ada empat prajurit TNI gugur di Lebanon. Mereka meninggal dunia saat menjalankan tugas dalam misi perdamaian bersama UNIFIL. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.