BI dan BNM Perkuat Aliansi Moneter, Kerja Sama Bank Sentral Makin Dalam
Senin, 11 Mei 2026, 17:45 WIBJAKARTA â Kerja sama bilateral antarbank sentral semakin menjadi instrumen penting dalam menjaga stabilitas ekonomi di tengah ketidakpastian global.
Kolaborasi ini tidak hanya mencakup penguatan transaksi perdagangan dan investasi lintas negara, tetapi juga memperluas penggunaan mata uang lokal untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS.
Dalam situasi pasar yang rentan terhadap gejolak geopolitik dan tekanan suku bunga global, koordinasi antarbank sentral dapat membantu menjaga likuiditas, memperkuat stabilitas nilai tukar, serta meningkatkan kepercayaan pelaku pasar.
Di sisi lain, kerja sama bilateral juga mencerminkan upaya negara-negara untuk memperkuat ketahanan ekonomi kawasan secara lebih mandiri.
Skema seperti currency swap agreement, local currency transaction, hingga pertukaran informasi kebijakan moneter menjadi bagian dari strategi menghadapi risiko eksternal yang semakin kompleks.
Dengan hubungan yang lebih erat antarotoritas moneter, respons terhadap krisis dapat dilakukan lebih cepat dan terkoordinasi.
Bank Indonesia (BI) dan Bank Negara Malaysia (BNM) menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/ MoU) untuk memperdalam kerangka kerja sama bilateral antara kedua bank sentral di berbagai bidang utama kebanksentralan.
Kolaborasi termasuk kebijakan moneter, stabilitas keuangan dan makroprudensial, sistem pembayaran dan digitalisasi, pengembangan sektor keuangan, inisiatif pengembangan kapasitas, pertukaran informasi, serta bidang lain yang disepakati bersama.
Gubernur BI Perry Warjiyo dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (11/5), menyampaikan bahwa nota kesepahaman ini merupakan tonggak penting dalam memperkuat hubungan jangka panjang antara BI dan BNM, serta lebih dari sekadar komitmen simbolis.
âIni merupakan bukti semangat yang berkelanjutan untuk memperkuat hubungan kelembagaan dan memperdalam kerja sama bilateral antara kedua bank sentral, terutama di tengah lanskap geopolitik yang menantang saat ini,â kata Perry.
Sementara itu, Gubernur Bank Negara Malaysia (BNM) Dato' Abdul Rasheed Ghaffour menyampaikan bahwa nota kesepahaman ini menegaskan kembali kemitraan jangka panjang antara BNM dan BI.
âHal ini juga merupakan komitmen bersama kami untuk memperdalam kerja sama di berbagai bidang perbankan sentral yang telah ada, sekaligus kerja sama ke bidang-bidang baru yang menjadi kepentingan bersama,â kata Datoâ.
Penandatanganan nota kesepahaman juga membuka jalan bagi kemitraan yang lebih kokoh dan sinergis antara BNM dan BI. Kedua bank sentral berkomitmen untuk terus memperkuat kerja sama yang berkelanjutan di kedua negara.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Penonton Persib Dilarang ke Stadion Utama GBK, Kiper Muda Maung Bandung Siap Diturunkan
-
Bukan Hujan Biasa! Modifikasi Cuaca Dikerahkan untuk Jinakkan Api di TPA Putri Cempo
-
Intervensi Spot Dipangkas, BI Sisakan 30 Persen untuk Jaga Rupiah
-
Erupsi Anak Krakatau: Bandara Dhoho Kediri Batalkan 2 Penerbangan
-
Antiklimaks! Kasus Ruben Onsu soal Penggelapan Dana Rp3,5 Miliar, Pelapor Cabut Laporan, Ini Kesepakatannya!
-
Youth Today, Leaders Tomorrow: BI dan Pemprov DKI Bentuk 500 Pemimpin Muda Jakarta
-
Kredit Fiktif Rp4,5 Miliar, Kejati Jateng Tahan HWK, Mantri Bank BUMN
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.