Promosikan Kain Ulos agar Makin Banyak Dikenal

Senin, 03 Agu 2026, 00:07 WIB

JAKARTA - Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Sumatera Utara Kahiyang Ayu menyampaikan bahwa pemerintah setempat berupaya mempromosikan kain Ulos melalui penggunaan wastra daerah.

"Kami dari Dekranasda, melalui acara fesyen ini, Ulos semakin banyak dikenal dan juga beragam cara pemakaiannya. Bisa untuk semua kalangan, baik yang tua, yang setengah tua, maupun Gen Z," kata Kahiyang dalam temu media di Indonesia Fashion Week (IFW) 2026 di Jakarta, Minggu.

Ket. Foto: Temu media di Indonesia Fashion Week (IFW) 2026 di Jakarta, Minggu (2/8). — Sumber: Antara foto

Kahiyang mengatakan di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara terdapat kebiasaan mengenakan wastra daerah pada hari Kamis atau Jumat.

"Kalau kami dari Provinsi Sumatera Utara, hari Kamis atau Jumat mengenakan wastra dari Sumatera Utara, baik ulos ataupun tenunan songket. Pokoknya kita terus mempromosikan baju adat yang ada di Sumatera Utara," ujarnya.

Pembiasaan itu dimaksudkan supaya Ulos dapat semakin dikenal oleh masyarakat sebagai salah satu wastra khas Sumatera Utara.

Dia juga menyebut pemerintah memperkuat promosi kain Ulos melalui ajang-ajang fesyen seperti IFW.

Menurut Kahiyang Ayu, Ulos memiliki keragaman yang mencerminkan kekayaan budaya di berbagai daerah di Sumatera Utara. Ia menyebut terdapat Ulos dari Karo, Mandailing, Tapanuli, hingga Toba, yang masing-masing memiliki fungsi dan tata cara pemakaian yang berbeda.

Lebih lanjut dia mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai budaya yang diwariskan leluhur.

"Kita tidak melupakan leluhur, tapi juga kita tetap harus terus mempromosikan apa pun caranya. Baik cara pemakaiannya, tetap harus sopan," tambahnya.

Indonesia Fashion Week (IFW) 2026 secara resmi digelar di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Pusat.

Memasuki penyelenggaraan ke-14 ajang tahunan fesyen diinisiasi oleh Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) tersebut ingin memberikan platform kepada para pelaku sektor mode dengan mengajak ratusan desainer, pemilik merek, pemilik rumah mode, perajin karya mode dan kriya, hingga pelaku UMKM untuk dapat bersama-sama memperkuat ekosistem fesyen Indonesia.

Kali ini IFW mengusung tema "Ulos Simetria" untuk menegaskan bahwa industri mode Indonesia perlu menjaga keseimbangan antara tradisi dan inovasi, antara kearifan lokal dan persaingan global serta antara nilai budaya dan masa depan industri kreatif.

Ulos juga ditampilkan tidak hanya sekadar kain adat dari Sumatera Utara tetapi juga simbol kehangatan, keseimbangan, harmoni dan persatuan.

Ajang fesyen itu diselenggarakan pada 29 Juli sampai 2 Agustus 2026 dengan menghadirkan berbagai desainer dan tenant dari seluruh Indonesia dengan program yang mencakup fashion show, pameran dagang, talkshow, forum kreatif, pertunjukan hiburan dan kuliner.

  • ulos
  • Pelestarian Budaya

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Marcellus Widiarto

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.