Cegah Pencemaran Meluas, Enam Ton Minyak Berhasil Dibersihkan dari Perairan Semau
Senin, 03 Agu 2026, 00:04 WIBKUPANG - Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Nusa Tenggara Timur menyebut sekitar lima hingga enam ton tumpahan oli telah berhasil dibersihkan dari perairan Pulau Semau, Kabupaten Kupang, yang bocor saat pengangkatan bangkai kapal KM Kuala Emas.
Direktur Polairud Polda NTT Kombes Pol. Irwan Deffi Nasution mengatakan proses pembersihan masih terus berlangsung untuk memastikan tumpahan minyak tidak menyebar lebih luas dan meminimalkan dampaknya terhadap lingkungan laut maupun aktivitas masyarakat pesisir.
"Pembersihan masih terus dilakukan, berkolaborasi juga dengan masyarakat," katanya di Kupang, Minggu, terkait penanganan tumpahan oli di perairan Kupang dan pulau Semau.
Dia menjelaskan penanganan pembersihan dilakukan melalui kerja sama antara pihak kontraktor, instansi terkait, dan masyarakat dengan menambah armada pembersihan dari dua menjadi empat unit perahu.
Selain itu, dilakukan pemasangan oil boom, penggunaan oil absorbent pads, penyemprotan oil dispersant, serta penyedotan minyak yang terperangkap di sekitar lokasi kejadian.
"Kami bersama instansi terkait akan terus melakukan pengawasan dan pemantauan di lapangan. Penyisiran lanjutan dilakukan pada titik-titik pesisir yang berpotensi terdampak guna memastikan proses pembersihan berjalan efektif," ujarnya.
Selain pembersihan di laut, kegiatan gotong royong juga dilakukan di sejumlah kawasan pesisir, antara lain Hansisi, Pelabuhan Ferry Semau, Pelabuhan Rakyat Semau, Hansisi Oesemuk, Lalendo, hingga Pulau Kambing.
Dia menambahkan saat ini Ditpolairud Polda NTT bersama pemerintah daerah, KSOP, dan instansi terkait lainnya masih melakukan pemantauan serta koordinasi, sementara pihak kontraktor melanjutkan investigasi teknis untuk memastikan sumber kebocoran Marine Fuel Oil (MFO).
Penanganan akan terus dilakukan hingga kondisi perairan kembali aman bagi masyarakat dan ekosistem laut.
Sebelumnya Camat Semau, Kabupaten Kupang Morifali Y.E Mesakh melaporkan bahwa selain mencemari wilayah pesisir, tumpahan minyak diduga telah berdampak pada usaha
budidaya rumput laut milik masyarakat di Desa Huilelot.
Kawasan budidaya yang terdampak berada di sepanjang pesisir Pantai Tahasa, Katabak hingga Batuhopon dengan panjang sekitar 6 kilometer.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Marcellus Widiarto
Berita Terkait:
-
iOS 27 Bakal Punya Fitur Baru Apple Wallet, Tiket Fisik Bisa Diubah Jadi Kartu Digital
-
Pemerintah Telah Tetapkan 460 Cagar Budaya Nasional dari Target 1.000
-
Peluang Bisnis Jasa Persewaan Kapal Laut: Keuntungan Rp118 Miliar per Pelayaran
-
Album “Arirang” BTS Kembali Masuk 10 Besar Billboard 200
-
Menperin: Insentif Kendaraan Listrik Kian Relevan, Tekan Emisi hingga Lindungi Tenaga Kerja
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.