- Home
-
- Luar Negeri
-
- Bukan Cuma Minyak, Asam Su...
Bukan Cuma Minyak, Asam Sulfat Juga Ikut Terjebak di Selat Hormuz
Minggu, 10 Mei 2026, 19:02 WIBMOSKOW - Situasi di Iran telah memicu masalah pada pasokan asam sulfat global, yang menyebabkan kenaikan tajam harga komoditas tersebut, lapor Wall Street Journal.
Surat kabar tersebut, sebagaimana dilaporkan Sputnik, Minggu (10/5), mencatat bahwa asam sulfat digunakan untuk memproduksi pupuk, serta untuk melarutkan tembaga dan logam lainnya. Sebagian besar pasokan asam tersebut berasal dari kilang minyak di kawasan Teluk Persia.
Pakar pasar Freda Gordon, kepala Acuity Commodities, mengatakan kepada surat kabar itu bahwa ancaman terhadap pasar pupuk mendorong Tiongkok, produsen asam terbesar di dunia, untuk membatasi ekspor bulan ini. Menurutnya, langkah tersebut telah menyebabkan harga naik dan semakin memperburuk kekurangan asam sulfat.
Senada, Sarah Marlow, pakar pasar pupuk dari Argus, menambahkan bahwa Chile dan Indonesia kemungkinan menjadi negara yang paling terdampak oleh pembatasan ekspor asam sulfat dari Tiongkok.
Pada April lalu, Bloomberg melaporkan dengan mengutip sumber bahwa Tiongkok sedang mempertimbangkan larangan ekspor asam sulfat mulai Mei 2026 akibat gangguan pasokan di tengah konflik Timur Tengah.
Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel mulai melancarkan serangan terhadap target-target di Iran. Eskalasi tersebut hampir sepenuhnya menghentikan pelayaran melalui Selat Hormuz, jalur penting bagi pasokan minyak dan gas dunia, sehingga memicu kenaikan harga bahan bakar di banyak negara.
Harga asam sulfat, yang merupakan produk sampingan dari pengolahan minyak, juga ikut meningkat di Timur Tengah akibat konflik tersebut. Ant
- Minyak Dunia
- asam sulfat
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Deri Henriawan
Berita Terkait:
-
Hasil Liga Italia: Imbang 3-3 Kontra Juventus, AS Roma Pertahankan Posisi Empat di Klasemen
-
PSM Kontra Persija Jumat Malam: Tomas Trucha Pastikan Ricky Pratama Tak Masuk Skuad, Terkait Kasus Hukum Kah?
-
Wisata alam di Banyuwangi
-
BRIN: Fenomena Gerhana Bulan Total Bisa Disaksikan di Indonesia 3 Maret
-
Krisis Energi Global: IEA Sebut Dampaknya Lebih Parah dari Krisis Minyak 1970-an
-
Kehidupan Masyarakat Kuba Terhantam Dampak Krisis Energi
-
Pasar Ekspor Terbuka Lebar, Sebanyak 1.819 Produk Kini Bebas Bea Masuk ke AS
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.