Situbondo Gebrak Wisata, KSP Bahari Pasir Putih Jadi Andalan

Selasa, 11 Agu 2026, 16:20 WIB

SITUBONDO – Pengembangan destinasi pantai perlu diarahkan bukan sekadar mengejar peningkatan jumlah wisatawan, tetapi membangun ekosistem pariwisata yang berkelanjutan dan bernilai tambah.

Pengelolaan infrastruktur, kebersihan, aksesibilitas, keamanan, serta keterlibatan UMKM lokal menjadi kunci agar pertumbuhan kunjungan benar-benar meningkatkan ekonomi masyarakat.

Ket. Foto: Perahu layar wisata di objek Wisata Bahari Pasir Putih Situbondo, jawa Timur. — Sumber: ANTARA/ Novi Husdinariyanto

Tanpa pengendalian daya dukung lingkungan, pengembangan pantai justru berisiko memicu kerusakan ekosistem dan menurunkan daya tarik wisata dalam jangka panjang.

Pemerintah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, membuat terobosan baru yakni Kerja Sama Pemanfaatan (KSP) Wisata Bahari Pasir Putih dengan pihak ketiga untuk pengembangan destinasi pantai yang menjadi ikon pariwisata daerah itu.

Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Pryaogo menyampaikan sejak dua dekade terakhir objek wisata Pasir Putih di Desa Pasir Putih, Kecamatan Bungatan, itu belum bisa berkembang seperti yang diharapkan.

"Oleh karena itu, kami harus berani dan mengakui membutuhkan terobosan, butuh inovasi, pikiran besar dan langkah besar. Yakni membuka peluang dan ruang bagi mitra profesional untuk masuk melalui skema kerja sama pemanfaatan atau KSP," ujar dia dalam konferensi pers di Situbondo, Selasa.

Menurut Rio, terobosan menjalin kerja sama dengan pihak luar/eksternal ini sebelumnya telah menjadi pertimbangan dan diskusi pemerintah daerah setempat dan memutuskan untuk melakukan kontrak kerja sama dengan pihak eksternal.

Dia menjelaskan bahwa ​pemerintah daerah memiliki keterbatasan dari sisi anggaran untuk mengembangkan dan mengoperasionalkan destinasi yang seharusnya menjadi super top di Jawa Timur.

Melalui kerja sama pemanfaatan kawasan wisata Pasir Putih itu, dia menginginkan Pasir Putih kembali menjadi destinasi unggulan, bukan hanya ramai dikunjungi, tapi juga dikelola secara profesional, dan menghasilkan pendapatan asli daerah (PAD) yang besar, serta bermanfaat untuk masyarakat, juga membuka lapangan pekerjaan untuk masyarakat sekitar, juga menghidupkan UMKM.

"​Bertahun-tahun dilakukan upaya untuk perbaikan dan perbaikan, namun antara insentif yang diberikan, injeksi anggaran fiskal dengan yang diterima, serta kondisi yang existing itu tidak mengalami pertukaran yang seimbang," kata Bupati Rio.

Bupati menambahkan dari kerja sama pemanfaatan wisata Pasir Putih ini harus membawa atau memberikan manfaat yang salah satunya nanti akan menjadi tambahan ruang fiskal Situbondo.

"​Tidak ada lain, selain peningkatan pendapatan asli daerah, dan bahkan kami investasi ini pasti ada job creation, pemenuhan kebutuhan lapangan pekerjaan, pertumbuhan UMKM, peningkatan kualitas destinasi dan efek ganda lainnya bagi ekonomi Situbondo," kata Rio.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.