Mensos Ungkap DTSEN Telah Dimutakhirkan
Sabtu, 09 Mei 2026, 20:25 WIBJAKARTAÂ - Pemerintah memperkuat akurasi penyaluran bansos melalui pemutakhiran DTSEN yang kini terhubung hingga desa secara nasional di seluruh Indonesia. Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menyebut lebih 70 ribu operator desa terintegrasi lewat SIK-NG bersama daerah dan BPS secara digital.
âLewat aplikasi ini kami bisa mengukur usulan-usulan dari daerah, pembaruan-pembaruan data dari daerah. Sekaligus melihat perkembangan sosial-ekonomi setiap keluarga penerima manfaat,â kata Saifullah Yusuf saat konferensi pers di gedung BPJS Ketenagakerjaan, Jakarta Selatan, Jumat (8/5).
Menurut dia, keberadaan operator data desa mempercepat aktivasi, reaktivasi, dan pembaruan data warga penerima bantuan sosial secara lebih cepat nasional. Pada triwulan kedua 2026, pemerintah mencatat lebih 470 ribu keluarga baru menerima bantuan sosial untuk pertama kali ini.
âSetiap triwulan pasti ada perubahan-perubahan penerima manfaat. Untuk triwulan kedua ini, ada lebih dari 470 ribu keluarga penerima manfaat baru yang mendapatkan bantuan,â ujar Gus Ipul.
Sementara Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menyebut pemutakhiran DTSEN triwulan kedua 2026 telah mencakup 289 juta penduduk nasional yang tervalidasi kini. Basis data yang solid dinilai memperkuat ketepatan sasaran bansos serta pemetaan kemiskinan nasional secara lebih akurat dan menyeluruh.
âPemutakhiran DTSEN triwulan kedua 2026 kini mencakup 289 juta penduduk yang telah direkonsiliasi Dukcapil. Basis data yang semakin solid menjadi fondasi penting bagi ketepatan sasaran bansos dan pemetaan kemiskinan nasional,â kata Amalia.
Dalam kesempatan itu, BPS juga melaporkan tingkat kemiskinan nasional per September 2025 sebesar 8,25 persen, sedangkan kemiskinan ekstrem mencapai 0,78 persen. Amalia menekankan, ukuran kemiskinan tidak bisa dilihat dari pengeluaran per kapita semata, melainkan harus dihitung dalam konteks rumah tangga.
âGaris kemiskinan rumah tangga secara nasional rata-rata adalah Rp3,5 juta per bulan per rumah tangga miskin. Angkanya berbeda-beda di setiap provinsi sesuai konteks wilayahnya,â ujar dia. ils/I-1
Berita Terkait:
-
Mewujudkan Jakarta Kota Sinema
-
Karantina Papua Tengah Periksa 1,5 Ton Ikan Tongkol Asal Fakfak di Pelabuhan Pomako
-
Harga Minyak Mentah Melonjak, Saham Merosot Setelah Trump Mengatakan Gencatan Senjata AS-Iran telah Berakhir
-
Gubernur BI Perry Warjiyo Mundur, DPR Siap Gelar Fit and Proper Test Calon Pengganti
-
Imigrasi Langsa Mudahkan Masyarakat Urus Paspor di Hari Libur
-
Diduga Gelapkan Uang SPP, Mantan Kepsek SMA Taruna Kepri Ditangkap Polisi
-
FIFA Batalkan Rencana Investasi Swasta di Piala Dunia Setelah Mendapat Kecaman
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.