- Home
-
- Megapolitan
-
- Udara Jakarta Terburuk Kee...
Udara Jakarta Terburuk Keenam di Dunia dan Tidak Sehat pada Kamis (13/8) Pagi
Kamis, 13 Agu 2026, 06:43 WIBJAKARTA - Kualitas udara Jakarta pada Kamis (13/8) pagi, menempati peringkat keenam terburuk di dunia, berdasarkan data situs pemantau kualitas udara IQAir pada pukul 06.00 WIB.
Indeks kualitas udara (AQI) kota metropolitan itu berada di angka 156, yang menjadikannya masuk kategori tidak sehat.
Masyarakat pun dianjurkan untuk menggunakan masker jika beraktivitas di luar ruangan.
Adapun kota dengan kualitas udara terburuk di dunia adalah Uganda dengan indeks kualitas udara di angka 209, lalu urutan kedua adalah Kuching, Malaysia di angka 176 dan di urutan ketiga adalah Lahore, Pakistan di angka 173.
Diketahui, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan tiga strategi utama yang tengah dijalankan untuk memperbaiki kualitas udara.
Pertama, yakni perluasan jangkauan layanan bus Transjabodetabek untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, seperti Blok M-Alam Sutera, Blok M-PIK 2, hingga rencana pembukaan rute baru Blok M-Bandara Soekarno Hatta.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pun mengajak masyarakat untuk memanfaatkan layanan transportasi publik yang telah disediakan Pemprov DKI. Bahkan, Pemprov DKI telah menerbitkan aturan terkait pemberlakuan layanan transportasi umum gratis bagi 15 golongan masyarakat.
Saat ini, konektivitas transportasi Jakarta telah mencapai 92 persen yang menempatkan Jakarta di posisi ke-17 dunia dan peringkat kedua di ASEAN setelah Singapura.
Lebih lanjut, sektor transportasi saat ini menyumbang 50 persen emisi gas buang di Jakarta.
Karena itu, Pramono pun telah menargetkan pengoperasian 10.000 bus listrik Transjakarta pada 2030.
"Kalau itu bisa dilakukan, secara signifikan akan mengurangi kontribusi terhadap emisi itu," kata Pramono saat menghadiri acara Townhall Meeting yang membahas isu dan solusi mengatasi polusi udara di Melting Pop, M Bloc, Kebayoran Baru, Selasa (10/2).
Selain transportasi, sektor pengelolaan sampah juga menjadi perhatian Pemprov DKI dengan mempercepat pembangunan fasilitas pengolahan sampah ITF (Intermediate Treatment Facility) di Sunter, Rorotan, Bantargebang, dan Jakarta Barat.
Proyek ini ditargetkan mulai berjalan pada pertengahan tahun ini.
"Kalau itu bisa dilakukan, maka kontribusi yang signifikan akan mengurangi atau menurunkan kontribusi emisi yang ada di Jakarta," pungkasnya.
- Kualitas Udara Jakarta
- Tidak Sehat
Redaktur: Sriyono
Penulis: Sriyono
Berita Terkait:
-
Telkom Sambut Rencana BGN Sewa Gedung GMP, Sekaligus Tata Ulang Ruang Kerja
-
Bapanas-Kementan Fasilitasi Distribusi Cabai Demi Stabilkan Harga
-
BPJS Kesehatan Sosialisasikan NADI JKN, Cara Menabung untuk Jaga Iuran Tetap Aktif.
-
Pirates of the Caribbean 6: Geoffrey Rush Buka Peluang Kembali sebagai Kapten Barbossa
-
Jelang "El Clasico": Enam Pertemuan Terakhir Tak Pernah Menang, STY Janji Persija Tampil Lebih Garang Hadapi Persib
-
Dampak Abu Vulkanik, HBKB Jakarta Diakhiri Lebih Awal dan Petugas Bagikan Masker
-
KPP Balikpapan Kirim Tim Perkuat Operasi Pencarian Kapal Virgo
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.