Tinggalkan Rumah Usia 13 Tahun, Jannik Sinner Kini Siap 'Jajah' Roma demi Sejarah!
📅 Jumat, 08 Mei 2026, 03:10 WIB | Oleh: AlfredJAKARTA - Petenis nomor satu dunia, Jannik Sinner, kembali menapakkan kakinya di tanah kelahiran dengan ambisi besar setelah mengunci gelar juara di Madrid pekan lalu. Berlatih di Foro Italico pada Kamis (7/5), bintang asal Italia ini memulai misinya untuk mencetak sejarah sebagai petenis tuan rumah pertama yang menjuarai Internazionali BNL d'Italia sejak Adriano Panatta pada 1976 silam.
Sinner, yang kini mengoleksi 28 trofi dan empat gelar Grand Slam, menatap turnamen ini bukan sekadar ajang rutin, melainkan kesempatan emas untuk melengkapi status Career Golden Masters sekaligus menebus kegagalan di babak final edisi tahun lalu.
"Tentu ini turnamen yang sangat spesial, terutama bagi kami orang Italia," kata Sinner dalam konferensi pers pra-turnamen seperti dikutip ATP.
Pada laga pembuka, petenis Italia berusia 24 tahun itu akan menghadapi pemenang pertandingan antara Sebastian Ofnerdan Alex Michelsen.
Sinner memanfaatkan waktu beberapa hari setelah menjuarai Madrid untuk beristirahat total sebelum kembali menjalani latihan di Foro Italico.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Hari ini adalah hari pertama saya kembali berlatih di sini," ujar Sinner.
Finalis ATP Masters 1000 Roma musim lalu itu memiliki catatan 14 kemenangan dan enam kekalahan dalam turnamen tersebut. Pada edisi 2024, langkahnya terhenti di babak final setelah dikalahkan rivalnya, Carlos Alcaraz.
Sinner juga berpeluang mencatat rekor penting, termasuk menjadi petenis Italia pertama sejak Adriano Panatta pada 1976 yang menjuarai nomor tunggal di Roma.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Tempat ini selalu terasa spesial selama bertahun-tahun," kata Sinner.
Ia mengenang keputusan besar yang diambilnya saat berusia 13 tahun untuk meninggalkan rumah demi mengejar karier tenis profesional.
"Keputusan itu tidak mudah karena saya harus meninggalkan keluarga saya, tetapi saya tahu mereka akan selalu mendukung saya," ujar Sinner.
Menurut dia, tantangan terbesar saat itu adalah meninggalkan lingkungan pertemanan dan menyesuaikan diri dengan kehidupan baru.
Tapi ia melihat pengalaman tersebut membantunya berkembang, tidak hanya sebagai atlet tetapi juga sebagai pribadi.
"Sejak usia 13 setengah tahun, semuanya telah berubah. Tetapi saya percaya itu baik bagi saya untuk tumbuh sebagai pribadi terlebih dahulu, kemudian sebagai pemain," kata Sinner.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!