Madrid Krisis, Barcelona Siap Pastikan Gelar
📅 Jumat, 08 Mei 2026, 07:07 WIB | Oleh: Benny Mudesta PutraBARCELONA - Barcelona berada di ambang juara La Liga. Satu langkah lagi akan membawa klub Catalan itu mengunci gelar La Liga 2025-2026. Momen tersebut berpotensi hadir dalam laga terbesar sepak bola Spanyol: El Clasico melawan Real Madrid di Camp Nou, Senin (11/5) dini hari WIB.
Pertandingan pekan ke-35 ini bukan sekadar pertemuan dua rival abadi. Laga tersebut dapat menjadi penentu akhir perburuan mahkota La Liga musim ini. Barcelona datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah memimpin klasemen dengan keunggulan 11 poin atas Real Madrid. Kemenangan 2-1 atas Osasuna pada pekan sebelumnya membuat skuad asuhan Hansi Flick semakin dekat dengan trofi. Madrid masih menjaga asa lewat kemenangan 2-0 atas Espanyol.
Dengan empat pertandingan tersisa dan maksimal 12 poin yang masih bisa diraih, Barcelona hanya membutuhkan hasil imbang untuk memastikan diri menjadi juara. Sebaliknya, Real Madrid wajib menang demi memangkas jarak menjadi delapan poin dan menjaga peluang mereka tetap hidup hingga pekan-pekan terakhir.
Melihat performa kedua tim sepanjang musim, laga ini diprediksi berlangsung sengit. Barcelona tampil luar biasa di kandang. Bermain di tiga stadion berbeda sepanjang musim, Estadi Johan Cruyff, Estadi Olimpic Luis Companys, dan Camp Nou, Barcelona selalu menang dalam 17 pertandingan kandang liga. Mereka mencetak 52 gol dan hanya kebobolan sembilan kali, catatan yang menegaskan dominasi tim racikan Flick.
Produktivitas Barcelona juga menjadi sorotan utama. Dari 34 pertandingan, mereka membukukan 29 kemenangan dan hanya sekali bermain imbang. Di sisi lain, Real Madrid tetap menunjukkan kualitas sebagai pesaing utama. Los Blancos hanya menelan satu kekalahan lebih banyak dibanding Barcelona dan masih menjadi tim dengan pertahanan terbaik kedua liga, sama-sama baru kebobolan 31 gol.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam enam El Clasico terakhir, rivalitas keduanya berlangsung seimbang dengan masing-masing meraih tiga kemenangan. Lima di antaranya bahkan menghadirkan gol dari kedua tim. Ini menegaskan bahwa laga ini hampir selalu menyajikan sepak bola menyerang dengan intensitas tinggi.
Namun, menjelang laga penentuan ini, suasana di kubu Real Madrid justru disebut tidak kondusif. Tekanan besar mengiringi perjalanan skuad asuhan Alvaro Arbeloa setelah musim yang dianggap mengecewakan. Situasi semakin rumit menyusul kabar adanya keretakan hubungan di ruang ganti.
Bek Alvaro Carreras sebelumnya mengakui sempat berselisih dengan Antonio Rudiger. Ketegangan juga disebut terjadi saat latihan ketika Aurelien Tchouameni dan Federico Valverde dilaporkan terlibat adu fisik. Media Spanyol, Marca, bahkan menyebut enam pemain Madrid tidak lagi memiliki hubungan harmonis dengan Arbeloa.
Sebaiknya Anda baca juga:
Beberapa nama senior seperti Dani Carvajal, Raul Asencio, dan Dani Ceballos disebut berada dalam kelompok pemain yang kecewa terhadap pelatih. Hubungan Arbeloa dengan Ceballos dikabarkan memburuk hingga gelandang itu kemungkinan tak akan dimainkan lagi sampai akhir musim. Carreras pun disebut kehilangan kepercayaan pelatih setelah dianggap menunjukkan sikap yang kurang baik.
Situasi tersebut membuat Presiden Real Madrid, Florentino Perez, dikabarkan khawatir. Perpecahan internal diyakini dapat memengaruhi performa tim di laga sepenting El Clasico, sekaligus memunculkan spekulasi mengenai masa depan Arbeloa pada musim panas mendatang.
Perpanjang Kontrak
Di tengah situasi rival mereka yang tidak stabil, Barcelona justru bergerak ke arah sebaliknya. Klub disebut telah mencapai kesepakatan dengan Hansi Flick untuk memperpanjang kontrak sang pelatih. Kesuksesan membawa Barcelona kembali dominan di kompetisi domestik membuat manajemen ingin mempertahankan pelatih asal Jerman itu lebih lama di Camp Nou.
Bagi Barcelona, laga ini juga memiliki makna historis. Sepanjang sejarah El Clasico, mereka belum pernah memastikan gelar liga dengan mengalahkan Real Madrid secara langsung. Satu-satunya momen ketika gelar dipastikan dalam El Clasico terjadi pada musim 1931-1932 saat Real Madrid bermain imbang 2-2 melawan Barcelona dan mengunci trofi La Liga.
Kini, peluang itu terbuka lebar bagi Blaugrana. Setelah dua gelar liga terakhir mereka dipastikan saat menghadapi rival sekota Espanyol, Barcelona berkesempatan merayakan gelar di hadapan pendukung sendiri sembari menundukkan musuh terbesar mereka. ben/AFP/G-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!